(Taiwan, ROC) - Menanggapi dilaporkannya kematian manusia pertama di dunia akibat flu burung H5N5 di Amerika Serikat, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Shih Chung-liang (石崇良) menyatakan bahwa ini adalah kasus pertama di dunia yang disebabkan oleh flu burung H5N5 yang ditularkan dari burung ke manusia, tanpa laporan terkait dari negara lain; menambahkan bahwa menurut penilaian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, penularan H5N5 saat ini terbatas pada burung, dan risiko penularan dari manusia ke manusia rendah.
Merespons pertanyaan reporter sebelum menghadiri sebuah acara pada pagi hari tanggal 23, Shih memastikan bahwa Pusat Pencegahan Penyakit (CDC) di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan akan memantau perkembangan epidemi secara ketat, juga mengingatkan warga Taiwan untuk menghindari kontak dengan burung saat bepergian, terutama selama musim migrasi burung di musim dingin.
Shih mengatakan, "Ini adalah varian rekombinan baru dari virus ini. Menurut penilaian terkini oleh CDC AS, tidak ada risiko penularan dari manusia ke manusia, dan fokusnya tetap pada penularan dari burung ke manusia. CDC akan terus memantau perkembangan selanjutnya secara ketat. Namun, karena saat ini sedang musim migrasi burung pada musim dingin, masyarakat diimbau untuk menghindari kontak dengan burung saat bepergian ke luar negeri."
Amerika Serikat melaporkan kematian manusia pertama di dunia akibat flu burung H5N5 pada tanggal 21. Korban adalah seorang lansia dengan berbagai penyakit kronis namun sumber infeksi belum dikonfirmasi, dan otoritas terkait masih terus melacak kontak dekat.
Juru bicara CDC Taiwan, Tseng Shu-hui (曾淑慧) menyatakan, tingkat peringatan perjalanan untuk Amerika Serikat akan tetap berada pada "Level 1: Waspada", status yang dipertahankan sejak dilaporkannya kasus influenza A tipe baru di Washington, D.C. pada bulan April lalu.
Perihal apakah CDC akan menaikkan tingkat peringatan perjalanan lebih lanjut jika diperlukan, Tseng menegaskan, tergantung pada perkembangan epidemi.