Sejalan dengan “Kebijakan Baru ke Arah Selatan” (NSP), Kementerian Pendidikan juga mendorong kebijakan “Pendidikan ke Arah Selatan” dengan merekrut pelajar Tionghoa Perantauan dari negara-negara Asia Tenggara untuk mengikuti program “3+4” (tiga tahun SMK ditambah empat tahun universitas) sebagai upaya mengatasi masalah kekurangan siswa dan tenaga kerja akibat penurunan angka kelahiran di Taiwan.
Selama lebih dari sepuluh tahun berjalan, program ini telah mengubah wajah kampus di sebagian sekolah. Masuknya pelajar Tionghoa Peantauan dianggap sebagai peluang untuk membalikkan krisis angka kelahiran. Perjumpaan siswa dari berbagai negara menciptakan pertukaran multibudaya dan menjadi contoh terbaik diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy).
SMK Juang Jing Punya 2 Ribu Pelajar Tionghoa Perantauan
Kepala Sekolah SMK Juang Jing, Lin Shu-gui (林淑貴) menyampaikan, sekolahnya mulai menerima pelajar perantau sebelas tahun lalu. Dari yang awalnya hanya ada 97 siswa pada gelombang pertama, kini mereka menerima 700-800 pelajar Tionghoa Perantauan setiap tahun ajaran.
Saat ini, jumlah siswa di kelas-kelas khusus Tionghoa Perantauan telah mencapai lebih dari 2.200 orang, sekitar sepertiga dari total sekitar 6.000 siswa di sekolah tersebut. Para siswa berasal dari Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Jika ditambah dengan siswa dari Jepang, Korea, serta Eswatini, suasana sekolah sudah menyerupai sekolah internasional.
Kepsek Lin menambahkan, sekolah juga memanfaatkan kemampuan bahasa dan latar budaya para siswa yang beragam dengan membuka klub bahasa. Tujuannya adalah untuk menyediakan sarana bagi siswa Taiwan yang ingin mempelajari bahasa asing. Kelas Tata Boga pun berubah menjadi dapur kuliner internasional yang mengolah berbagai masakan khas Taiwan dan Asia Tenggara. Berteman dengan siswa asing kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di kampus.
SMK Shu Jen, Neng Ren, dan Yu Chang Mulai Mengikuti Program Ini Tahun Lalu
Di New Taipei City, sekolah-sekolah seperti SMK Ekonomi Rumah Tangga dan Perdagangan Shu Jen, SMK Ekonomi Rumah Tangga dan Perdagangan Neng Ren, serta SMK Teknik dan Perdagangan Yu Chang mulai menerima pelajar perantau sejak tahun lalu. Kepala Sekolah SMK Shu Jen, Li Zheng-nan (利政南) berkata bahwa sekolahnya tahun lalu menerima 60 pelajar Tionghoa Perantauan. Targetnya adalah 300 siswa dalam tiga tahun, sekitar seperdelapan dari warga sekolah. Ia berharap sekolah dapat memberikan dukungan terbaik bagi para pelajar Tionghoa Perantauan dalam semua aspek.