(Taiwan, ROC) --- Pada Selasa sore (25/11), Presiden Lai Ching-te, dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Wu Jau-shieh (吳釗燮), Menteri Pertahanan Wellington Koo (顧立雄), Anggota Dewan Penasihat Keamanan Nasional Liu Te-chin (劉得金), dan Wakil Sekretaris Jenderal Lee Wen (李問), mengunjungi Taichung untuk memberikan semangat kepada pasukan penyelamat bencana wilayah pusat, Brigade 602 dari Komando Penerbangan dan Pasukan Khusus Angkatan Darat di Taichung, serta Kelompok Batalion Transportasi dari Komando Dukungan ke-5.
Beliau memuji kontribusi dan pengorbanan Tentara Nasional yang telah sepenuh hati terlibat dalam penyelamatan bencana di Hualien. Selain menyaksikan video dokumenter penyelamatan bencana dan mendengarkan paparan kondisi pelaksanaan serta berbagi pengalaman dari para prajurit, Kepala Negara juga memberikan kartu ucapan terima kasih tulisan tangan, serta menyerahkan dana apresiasi untuk menghibur para prajurit atas kerja keras mereka.
Dalam pidatonya, Kepala Negara menyatakan bahwa meskipun bencana yang diakibatkan oleh angin taifun ini menyedihkan, tetapi melihat Tentara Nasional terlibat sepenuhnya, serta para pahlawan sekop dan berbagai macam pahlawan tanpa jubah dari seluruh penjuru negeri yang ikut dalam barisan penyelamatan, membuat hati terasa sangat hangat.
Mengenai pengalaman para prajurit tentang kesulitan dan bahaya dalam misi penyelamatan kali ini, Presiden menuturkan bahwa terbang di atas lembah Sungai Matai’an di Hualien, meskipun terlihat sederhana, sebenarnya sangat tidak mudah.
Namun, semua berhasil mengatasi kesulitan satu per satu. Presiden menyampaikan bahwa Tentara Nasional bagaikan pahlawan tanpa jubah. Saat bertugas, begitu menerima perintah, mereka akan terjun dengan sepenuh hati. Namun, saat beristirahat atau libur, mereka juga bersedia bergabung dengan masyarakat dalam pekerjaan penyelamatan bencana.
Presiden menunjukkan bahwa Tentara Nasional adalah sebuah tim. Ada rekan-rekan tentara yang bertempur di garis depan, dan ada pula rekan-rekan dari logistik yang membantu. Hanya dengan pembagian tugas dan kerja sama, sebuah misi dapat diselesaikan dengan tuntas.
Presiden berkata, ia bangga pada Tentara Nasional. Ia juga berharap melalui penyelamatan bencana kali ini serta reputasi yang telah dibangun oleh Tentara Nasional di masyarakat selama puluhan tahun, semangat tentara mencintai rakyat, rakyat menghormati tentara dapat lebih mengakar di hati masyarakat.
Kepala Negara juga berharap semua dapat bangga menjadi bagian dari Tentara Nasional. Beliau percaya bahwa kekuatan tempur Tentara Nasional pasti akan semakin kuat, dan juga akan mendapatkan lebih banyak pengakuan serta dukungan dari masyarakat.