(Taiwan, ROC) 23 peserta pelatihan dari 6 negara sahabat diplomatik telah menyelesaikan program "Program Pemuda Negara Mitra Diplomatik Meraih Mimpi di Taiwan”. Dalam acara kelulusan (26/11), Wakil Menteri Luar Negeri Ger Bau-shuan menyampaikan harapannya agar para peserta pelatihan dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari di negara asal dan mempromosikan persahabatan serta kerja sama yang langgeng antara Taiwan dan negara sahabatnya.
Pers rilis yang diterbitkan oleh Kemenlu menyampaikan, Wamenlu Ger Bau-shuan menghadiri acara kelulusan angkatan kedua "Program Pemuda Negara Mitra Diplomatik Meraih Mimpi di Taiwan”. Ia mewakili Menlu Lin Chia-lung memberikan ucapan selamat kepada 23 peserta pelatihan muda dari 6 negara sahabat diplomatik yaitu Saint Vincent dan Grenadines, Saint Kitts dan Nevis, Guatemala, Paraguay, serta Belize dan Saint Lucia, mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka menyelesaikan perjalanan belajar selama sebulan. Para duta besar dari berbagai negara untuk Taiwan, Dirjen Pengembangan Pemuda, Kementerian Pendidikan, Chen Hsueh-yu (陳雪玉), Wakil Sekjen ICDF (International Coorperation and Development Fund) Stephen Lee (李志宏) turut menghadiri dan menyaksikan pencapaian tersebut.
Dalam sambutannya, Wamenlu Ger Bau-shuan mengatakan bahwa program ini telah menarik perhatian domestik dan internasional sejak awal dan telah menyuntikkan momentum baru ke dalam kerja sama dan pertukaran antara Taiwan dan negara sahabat diplomatiknya. Untuk memberikan lebih banyak waktu bagi kaum muda dari negara-negara sahabat untuk belajar dan mendapatkan pengalaman di Taiwan, serta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang negara tersebut, Presiden Lai sebelumnya menginstruksikan agar program tersebut diperpanjang dari dua minggu menjadi satu bulan, sehingga meningkatkan efektivitasnya secara signifikan.
Wamenlu Ger Bau-shuan secara khusus menyebutkan bahwa para peserta mengikuti kursus "Pertanian Cerdas" dan "Pariwisata Berkelanjutan," yang memperoleh pengetahuan dan inspirasi yang kaya melalui kunjungan lapangan dan pertukaran lintas budaya. Dalam kursus "Pertanian Cerdas", para peserta belajar bagaimana menggunakan teknologi IoT untuk meningkatkan efisiensi produksi pertanian. Dalam kursus "Pariwisata Berkelanjutan", mereka mengeksplorasi bagaimana Taiwan menyeimbangkan perlindungan ekologi dan pengembangan pariwisata, yang dapat membantu mengatasi tantangan pertanian dan pariwisata lokal.
Selain pembelajaran profesional, para peserta juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pertukaran budaya, termasuk kunjungan ke situs bersejarah seperti Taipei 101 dan Kuil Lukang Mazu, untuk merasakan budaya tradisional dan perkembangan modern Taiwan. Ger Bau-shuan menekankan bahwa kunjungan budaya ini tidak hanya memperdalam pemahaman peserta tentang Taiwan, tetapi juga membangun jembatan persahabatan yang lebih kuat antara Taiwan dan negara sahabatnya.
Wamenlu Ger Bau-shuan berharap para peserta pelatihan dapat membawa apa yang telah mereka pelajari kembali ke kampung halaman mereka, menjadi kekuatan penting dalam memajukan pembangunan nasional dan membina persahabatan serta kerja sama yang langgeng antara Taiwan dan negara sahabatnya. Ia juga mendoakan para peserta pelatihan agar meraih prestasi yang lebih besar di bidangnya masing-masing dan dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi hubungan antara Taiwan dan negara sahabatnya.