(Taiwan, ROC) Berdasarkan rilis pers yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup kemarin malam (26/11), data observasi terbaru, prakiraan cuaca dari Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) dan simulasi model kualitas udara menunjukkan bahwa wilayah Mongolia Dalam kembali mengalami fenomena badai pasir, sementara wilayah dari Semenanjung Shandong hingga Shanghai juga mengalami kabut asap. Diperkirakan sore hari Kamis ini (27/11), angin monsun timur laut akan membawa badai pasir dan kabut asap tersebut, dan memengaruhi kualitas udara Taiwan. Sebagian besar wilayah Taiwan diprediksi akan mengalami kualitas udara pada level rambu peringatan oranye.
Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan, 2 hari yang lalu angin monsun timur laut yang membawa badai pasir dan kabut asap telah mempengaruhi kualitas udara. Konsentrasi maksimum partikel PM10 per jam untuk kawasan utara yang tercatat di stasiun Guanyin pukul 17:00 mencapai 174 mcg/m³, sedangkan partikel halus PM 2,5 per jam dengan konsentrasi maksimum yang tercatat di stasiun Sanchong pukul 18:00 mencapai 44 mcg/m³. Seiring dengan pergerakan angin monsun timur laut ke selatan, dampaknya hingga kemarin memengaruhi kualitas udara pada wilayah tengah dan selatan, seluruh Taiwan dengan sebagian besar Kawasan berada pada level peringatan oranye.
Kementerian Lingkungan Hidup mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan selama periode kualitas udara buruk. Jika harus beraktivitas di luar, disarankan untuk mengenakan masker, melakukan langkah-langkah perlindungan diri lebih awal, dan memerhatikan informasi peringatan kualitas udara yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup secara berkala.