Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Babi di Tiongkok Terjangkit Virus Baru, Taiwan Siaga! 

27/11/2025 14:40
Penulis & Editor: Amina Tjandra
Pemerintah Kabupaten Pingtung mengungkap sebuah peternakan babi di Kota Pingtung yang secara ilegal memberi makan babi dengan limbah makanan. Pemerintah kabupaten mendenda peternakan tersebut sebesar NT$800.000, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara ketat (foto: Pemkab Pingtung)
Pemerintah Kabupaten Pingtung mengungkap sebuah peternakan babi di Kota Pingtung yang secara ilegal memberi makan babi dengan limbah makanan. Pemerintah kabupaten mendenda peternakan tersebut sebesar NT$800.000, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara ketat (foto: Pemkab Pingtung)

(Taiwan, ROC)-- Taiwan mencatat kasus pertama African Swine Fever (ASF), tapi hanya terbatas pada satu lokasi dan tidak terjadi penyebaran lebih lanjut. Menteri Pertanian (MOA) Chen Junne-jih hari ini (27/11) mengungkapkan, pemerintah sedang menyempurnakan tiga persyaratan utama untuk pengelolaan limbah makanan. Jika semuanya siap, Taiwan akan mengajukan permohonan kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) pada 21 Februari 2026, untuk mendapatkan kembali status sebagai negara bebas ASF. Selain itu, karena babi di Tiongkok kembali dilaporkan terinfeksi virus baru bernama Getah virus (GETV) ditambah wabah ASF di Korea Selatan juga muncul kembali, Chen Junne-jih menegaskan, Taiwan akan mempertahankan kebijakan pengendalian penyakit yang ketat untuk sementara waktu.

Wabah ASF di dalam negeri saat ini hanya terjadi di satu peternakan di Wuqi, Taichung. Pelelangan babi hidup telah memasuki minggu ketiga dan harga daging babi masih stabil. Sementara di Tiongkok, produksi babi yang melonjak akibat ekspansi perusahaan-perusahaan peternakan besar menyebabkan kelebihan pasokan, membuat harga babi anjlok hingga titik terendah dalam empat tahun. Selain itu, beberapa provinsi seperti Hebei tengah mengalami wabah GETV dengan tingkat kematian yang sangat tinggi sehingga telah menimbulkan kekhawatiran akan masuknya daging babi sakit ke pasar.

Dalam rapat Komite Ekonomi di Yuan Legislatif hari ini, Menteri Chen menyampaikan, setelah munculnya kasus ASF di Taiwan, pemerintah tetap menerapkan langkah-langkah pengendalian intensif, termasuk larangan penggunaan limbah makanan sebagai pakan babi, pengawasan ketat di perbatasan, peningkatan pemeriksaan paket kiriman, pemeriksaan X-ray 100% pada barang bawaan penumpang, serta peningkatan 20% pemeriksaan manual acak. Ia mengakui, selain virus GETV yang muncul di Tiongkok, wabah ASF juga kembali melanda Korea Selatan, sehingga membuat pekerjaan pencegahan epidemi menjadi semakin menantang.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解