(Taiwan, ROC) -- Sistem cuaca yang menyebabkan banjir parah di Thailand, Malaysia, dan Indonesia, kemarin (26/11) menguat menjadi Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka.
Penasihat senior WeatherRisk Explore Inc, Wu Sheng-yu (吳聖宇) melalui jejaring Facebook menyampaikan jika Senyar adalah siklon tropis pertama yang tercatat terbentuk dan diberi nama di dalam Selat Malaka. Meskipun intensitasnya tidak kuat, badai tropis ini beserta cekungan tekanan rendah monsun yang menjadi cikal bakalnya telah menyebabkan banjir serius selama beberapa hari terakhir ini di Thailand bagian selatan, Malaysia bagian utara, dan wilayah utara Pulau Sumatra di Indonesia.
Prakiraan menunjukkan jika “Senyar” akan bergerak perlahan ke arah timur, diperkirakan mendarat di Malaysia pada Jumat (28/11) pagi, kemudian melintasi Semenanjung sebelum memasuki bagian selatan Laut Tiongkok Selatan, dan secara bertahap melemah lalu bergabung ke dalam sirkulasi bagian selatan Taifun Koto.
Laman cuaca TyTech Taiwan dalam unggahannya di Facebook menyebutkan, meskipun “Senyar” bukan rekor badai tropis yang terbentuk pada garis lintang terendah di dunia, tetapi kemampuannya berkembang pada lintang serendah itu tetap merupakan kejadian yang sangat langka dan memiliki karakteristik iklim yang sangat khusus.
TyTech Taiwan menjelaskan kenapa taifun sangat jarang terbentuk di dekat Garis Khatulistiwa. Hal ini karena gaya Coriolis atau gaya pembelokan akibat rotasi bumi, hampir nol di wilayah sekitar Garis Khatulistiwa, sehingga aliran udara yang masuk ke area bertekanan rendah tidak dapat mengalami pembelokan. Akibatnya, tekanan rendah sulit berputar dan berkembang menjadi taifun.
Senyar terbentuk di sekitar 5 derajat lintang utara. Kasus-kasus siklon di lintang rendah pada masa lalu antara lain badai Agni di Samudra Hindia Utara pada Desember 2004, yang tercatat terbentuk pada 0,7 derajat lintang utara, hanya 70 kilometer dari garis khatulistiwa, menjadikannya sebagai siklon tropis yang terbentuk paling dekat dengan khatulistiwa dalam catatan sejarah. Sementara itu, badai tropis Vamei yang terbentuk di dekat Singapura pada Desember 2001 muncul di wilayah hanya sekitar 156 kilometer dari khatulistiwa, pada kisaran 1,4 hingga 1,5 derajat lintang utara.