(Taiwan, ROC) --- Pagi yang suram menyelimuti Tai Po, Hong Kong, saat tim penyelamat memasuki fase akhir dari operasi kemanusiaan terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Kebakaran dahsyat level lima yang melahap kompleks perumahan Wang Fuk Court pada Rabu kemarin (26/11) telah meninggalkan luka yang teramat dalam, dengan jumlah korban jiwa yang dikonfirmasi mencapai 94 orang hingga Jumat dini hari ini (28/11).
Di tengah kepulan asap sisa dan puing-puing yang menghitam, petugas pemadam kebakaran berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan pencarian terakhir, berharap tidak ada lagi nyawa yang terperangkap dalam neraka apartemen tersebut.
Hingga saat ini, bencana tersebut telah merenggut 94 nyawa, melukai 78 orang, dengan 12 di antaranya masih dalam kondisi kritis. Angka ini termasuk seorang petugas pemadam kebakaran yang gugur saat menjalankan tugas, dan 11 rekannya yang turut menjadi korban luka.
Dari total korban tewas, 79 orang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian yang porak-poranda, sementara 4 lainnya menghembuskan napas terakhir setelah dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Wakil Kepala Departemen Pemadam Kebakaran, Chan Hing-yong (陳慶勇), operasi kini difokuskan pada penyisiran akhir. Tim penyelamat akan menyelesaikan proses pendobrakan paksa di seluruh unit di tujuh gedung yang terdampak pada pukul 09:00 Jumat pagi ini. Fokus utama berada di Gedung Wang Cheong dan Gedung Wang Tai, dua blok yang menjadi pusat kobaran api dan menelan korban jiwa terbanyak.
"Saat ini kami sedang menangani 25 kasus permintaan bantuan yang tersisa, sebagian besar berada di unit-unit lantai atas kedua gedung tersebut," ungkapnya.
Meskipun api utama telah padam, sisa-sisa bara masih menjadi ancaman. Petugas tanpa henti menyiramkan air ke unit-unit yang hangus untuk mendinginkan suhu dan mencegah api menyala kembali.
Di saat yang sama, tantangan besar lainnya adalah mengonfirmasi jumlah pasti korban yang hilang. Kerusakan struktur bangunan yang parah dan putusnya jaringan komunikasi telah menghambat proses pengumpulan data, meninggalkan keluarga dalam ketidakpastian yang menyiksa.
Departemen Pemadam Kebakaran menyatakan telah mengerahkan total 177 ambulans dan menangani 155 korban luka sejak insiden terjadi. Seluruh kota kini menahan napas, berdoa agar proses pencarian terakhir tidak lagi menambah daftar panjang korban jiwa dalam salah satu tragedi kebakaran paling mematikan di Hong Kong ini.