(Taiwan, ROC) --- Taiwan bersiap menghadapi gelombang udara dingin yang signifikan, diperkirakan akan membawa penurunan suhu drastis selama empat hari berturut-turut, demikian peringatan dari pakar cuaca terkemuka. Minggu hari ini (30/11), kelembaban udara meningkat, menyebabkan bertambahnya awan dan potensi hujan lokal di pesisir utara Keelung, wilayah timur, serta Semenanjung Hengchun. Hujan sporadis juga diperkirakan terjadi di area lain, sehingga masyarakat diimbau untuk membawa perlengkapan hujan.
Pakar cuaca Lin Te-en (林得恩), melalui unggahan di halaman Facebook-nya, menyoroti kedatangan gelombang udara dingin ini. Ia membagikan Grafik Prakiraan Anomali Suhu Atmosfer yang menunjukkan penurunan suhu yang sangat tajam.
"Gelombang udara dingin berikutnya akan segera tiba!" tegas Lin Te-en, menggarisbawahi dampak signifikan yang akan terjadi pada suhu.
Berdasarkan data prospek cuaca jangka panjang bulanan terbaru dari Ditjen Klimatologi Sentral (CWA), model prediksi menunjukkan penurunan suhu yang mencolok antara tanggal 3 Desember hingga 6 Desember.
Grafik kurva anomali harian suhu atmosfer pada ketinggian 850 hektopascal di sekitar Taiwan memperlihatkan sebuah garis merah berbentuk V yang anjlok ekstrem dari suhu tinggi ke nilai negatif dalam hitungan hari.
Titik terendah kurva ini berada antara tanggal 3 Desember hingga 6 Desember, menandakan puncak intensitas gelombang dingin.
Titik terendah kurva ini berada antara tanggal 3 Desember hingga 6 Desember, menandakan puncak intensitas gelombang dingin. Foto: YAHOO
Temperatur terendah diperkirakan mencapai 14C hingga 17C di wilayah tengah hingga utara Taiwan serta area terbuka di Yilan. Sementara itu, wilayah selatan, Hualien-Taitung, dan area terbuka pesisir Penghu akan mengalami suhu terendah antara 16C hingga 19C.
Lin Te-en juga menekankan bahwa gelombang udara dingin kali ini akan memiliki durasi yang lebih panjang, dimulai dengan kondisi dingin dan lembap, kemudian beralih menjadi dingin dan kering.
Suhu baru akan berangsur-angsur naik setelah tanggal 6 Desember, tetapi pola fluktuasi drastis dari dingin ke hangat masih akan terasa. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca secara cermat dan mempersiapkan pakaian hangat untuk melindungi diri dari hawa dingin yang ekstrem ini.