Untuk mendorong pertukaran budaya, memperkuat hubungan ketenagakerjaan, dan menciptakan lingkungan kota yang inklusif bagi pekerja migran, Pemerintah Kabupaten Taitung kemarin (30/11) mengadakan kompetisi memasak kuliner internasional bagi pekerja migran sekaligus kegiatan ramah tamah. Lebih dari seratus pekerja migran dari Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Filipina membentuk tim untuk berpartisipasi.
Sebanyak sepuluh tim mengikuti kompetisi memasak, menghadirkan masakan kreatif berbahan dasar ayam, seafood, dan sayuran, menampilkan cita rasa khas negara masing-masing. Dewan juri yang terdiri dari guru tata boga dan pakar kuliner menilai berdasarkan aspek kesehatan dan nutrisi, kreativitas, cita rasa, serta kebersihan. Tiga tim terbaik dipilih sebagai pemenang: Juara pertama diraih tim Songyang 2 dengan hadiah NT$6.000, juara kedua tim MANTUL dengan NT$5.000, dan juara ketiga tim Songyang 1 dengan hadiah NT$4.000. Tim lainnya menerima hadiah partisipasi.
Kepala Dinas Sosial Chen Shu-lan (陳淑蘭) menyampaikan, jumlah pekerja migran asing di Taitung telah melampaui 3.100 orang. Selain kompetisi memasak, panitia juga menyelipkan sesi sosialisasi terkait aturan ketenagakerjaan, hak-hak pekerja asing, serta informasi perekrutan di Taiwan untuk membantu para pekerja migran memahami regulasi setempat.
Dalam kompetisi ini, para pekerja migran juga berkesempatan mencicipi hidangan dari tim lain, sehingga mereka bisa saling mengenal dan membangun keakraban. Para majikan dan agen penyalur tenaga kerja yang hadir pun dapat lebih memahami latar belakang budaya para pekerjanya.
Ke depan, pemerintah berencana memperkuat mekanisme pendampingan dan pengelolaan tenaga kerja asing dengan bekerja sama bersama agen dan para majikan untuk membangun sistem yang lebih baik, agar para pekerja migran dapat benar-benar merasakan bahwa mereka dihargai, dipahami, dan diperhatikan.