Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Kolaborasi Fetal Medicine Asia: Riset Janin Tingkatkan Standar Layanan Ibu dan Bayi

02/12/2025 14:15
Penulis & Editor: Linda Linarta
Sebagian dokter dan peneliti yang terlibat dalam Taiji Fetal Medicine Workshop tahun 2025 (foto: Meryl / TMU)
Sebagian dokter dan peneliti yang terlibat dalam Taiji Fetal Medicine Workshop tahun 2025 (foto: Meryl / TMU)
Salah satu kegiatan dalam acara Taiji Fetal Medicine Workshop 2025 (foto: Meryl / TMU)
Salah satu kegiatan dalam acara Taiji Fetal Medicine Workshop 2025 (foto: Meryl / TMU)
Direktur Taiwan Institute of Fetal Medicine (TIFM) Dr. Chang Tung-Yao  (張東曜) (depan, kedua dari kiri) bersama para dokter dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia (foto: Meryl / TMU)
Direktur Taiwan Institute of Fetal Medicine (TIFM) Dr. Chang Tung-Yao (張東曜) (depan, kedua dari kiri) bersama para dokter dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia (foto: Meryl / TMU)
Salah satu kegiatan dalam  Taiji Fetal Medicine Workshop 2025 (foto: Meryl / TMU)
Salah satu kegiatan dalam Taiji Fetal Medicine Workshop 2025 (foto: Meryl / TMU)
Acara Taiji  Fetal Medicine Workshop tahun 2025  (foto: Meryl / TMU)
Acara Taiji Fetal Medicine Workshop tahun 2025 (foto: Meryl / TMU)

(Taiwan, ROC) -- Pada 21–23 November 2025, 17th Taiji Fetal Medicine Workshop menghadirkan lebih dari 100 peserta dari Taiwan, Indonesia, Jepang, dan Vietnam, termasuk dokter konsultan fetomaternal, obstetri-ginekologi, dan peneliti klinis. Untuk pertama kalinya, peserta dibagi dalam empat kelompok hands-on untuk pelatihan praktis intensif, dengan sembilan pembicara internasional berbagi pengalaman klinis dan temuan riset mereka.

Taiji Fetal Medicine Workshop di tahun 2025, menghadirkan para dokter dan peneliti dari Taiwan, Indonesia, Jepang, dan Vietnam (foto: Meryl / TMU)

Sesi hands-on pada 21 November berfokus pada teknik pemindaian janin, skrining preeklampsia dengan Doppler arteri oftalmika, celah bibir/langit-langit (facial clefts), dan skrining trimester pertama, dengan peserta berlatih langsung bersama para pakar dari kawasan Asia. Modul Doppler arteri oftalmika ini merupakan sesi hands-on pertama yang pernah diselenggarakan di Taiwan. Direktur Taiwan Institute of Fetal Medicine (TIFM) yang juga pendiri Taiji Clinic, Dr. Chang Tung-Yao  (張東曜), spesialis fetal medicine/kedokteran janin, menekankan pentingnya kerja lintas negara. “Partisipasi dan kontribusi rekan-rekan dari Indonesia, Jepang, dan Vietnam membantu kita saling belajar, meningkatkan standar pendidikan, dan mempererat jejaring profesional di Asia,” ujarnya.

Direktur Taiwan Institute of Fetal Medicine (TIFM) Dr. Chang Tung-Yao  (張東曜) (depan, kedua dari kiri) bersama para dokter dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia (foto: Meryl / TMU)

Dua tema utama lokakarya tahun ini adalah pencegahan preeklampsia dan skrining sistem saraf pusat janin. Para pembicara memaparkan kasus nyata dan protokol berbasis bukti, dengan harapan praktik kedokteran janin di berbagai negara di kawasan ini dapat semakin selaras melalui proses pembelajaran bersama.

Program ini juga menyoroti International Clinical Research Fellowship in Fetal Medicine. Dr. Chang menjelaskan bahwa fellowship ini mendukung dokter-dokter muda dari Asia dalam pengembangan kompetensi klinis, riset, dan pengajaran. Salah satu dokter peserta fellowship dari Indonesia, dr. Merryl Esther Yuliana, MARS, Ph.D menceritakan bahwa ia mendapat
kesempatan terlibat dalam riset multidisiplin, mendampingi sesi pelatihan hands-on, dan menghadiri kongres internasional di Jepang sebagai bagian dari fellowship tersebut.

Konsultan fetomaternal dari RSAB Harapan Kita Jakarta, Dr. dr. Irvan Adenin, Sp.OG, Subsp. KFm dan Dr. dr. R. Aditya Kusuma, Sp. OG, Subsp. K.Fm, M.Sc, menilai penyelenggaraan lokakarya ini sangat bermanfaat. “Acara kemarin benar-benar luar biasa. Sesi hands-on sangat berharga karena memberikan paparan teknis langsung dan keterampilan praktis yang akan berdampak nyata pada peningkatan kualitas pelayanan pasien. Saya sangat terdorong melihat kolaborasi yang semakin berkembang antara Indonesia dan Taiwan di bidang kedokteran janin. Kemitraan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pelatihan, mempercepat inovasi, dan pada akhirnya meningkatkan hasil yang lebih baik bagi ibu dan bayi di kedua negara.,” ujar Dr. Kusuma.

Dr. dr. R. Aditya Kusuma, Sp. OG, Subsp. K.Fm, M.Sc (kedua dari kanan) saat memberikan penjelasan dalam acara workshop Fetal Medicine (foto: Meryl / TMU)

Lokakarya dan simposium ini berlangsung dalam suasana yang mendorong riset kolaboratif, pelatihan terpadu, dan dialog berkelanjutan antarnegara tetangga. Fasilitas modern serta program hands-on intensif yang baru diperkenalkan menyediakan ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman praktis dan menjajaki kemungkinan kerja sama di masa depan. Menutup rangkaian acara, Dr. Chang menyampaikan, “pertemuan tahunan ini merupakan salah satu langkah kecil namun penting dalam membangun hubungan jangka panjang dikawasan Asia-Pasifik. Dengan berbagi pengalaman klinis nyata, kami berharap dapat berjalan berdampingan dengan rekan-rekan di seluruh kawasan dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih baik bagi ibu dan bayi,” tuturnya.

Penyelenggaraan program tahun 2025 ini mencerminkan meningkatnya minat para tenaga medis di kawasan Asia serta komitmen bersama untuk memajukan pelayanan kesehatan ibu dan janin melalui kolaborasi, saling menghormati, dan nilai-nilai yang dijunjung bersama.

Sumber berita: dr. Merryl Esther Yuliana, MARS, Ph.D

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解