(Taiwan, ROC) --- Pengadilan Distrik Taichung menjatuhkan vonis 10 dan 9 bulan penjara kepada dua pekerja migran hilang kontak (ilegal), masing-masing dari Vietnam dengan inisial VT, dan dari Indonesia dengan inisial Y.
Keduanya terbukti membantu seorang wanita Vietnam tanpa kualifikasi sah dalam menjalankan studio kecantikan gelap yang menawarkan prosedur invasif seperti suntik asam hialuronat, operasi kelopak mata ganda, labiaplasty, hingga lip augmentation (filler bibir).
Penggerebekan yang dilakukan Tim Khusus Taichung pada Maret tahun ini berhasil menangkap ketiga pelaku. Mereka menyita sejumlah besar barang bukti medis, termasuk larutan anestesi, jarum suntik, benang jahit, dan alat medis sistem laser. Investigasi menunjukkan bahwa sindikat ini telah beroperasi secara ilegal sejak September 2022, melayani pelanggan dari komunitas Vietnam dan Indonesia.

PMI hilang kontak, inisial Y, melakukan promosi ilegal dengan mengunggah perbandingan foto dirinya sebelum dan sesudah prosedur kecantikan medis. Foto: NIA Taichung
Peran Kunci Pekerja Migran Indonesia dalam Pemasaran
Meskipun tidak memiliki kualifikasi dokter yang sah, ketiga pelaku berbagi tugas dalam menjalankan praktik ilegal tersebut. VT bertindak sebagai asisten dan murid sang pemilik studio (marga Chen陳姓).
Sementara itu, pekerja migran asal Indonesia, Y, memiliki peran vital dalam pemasaran dan perekrutan. Y bertanggung jawab mengiklankan layanan melalui media sosial TikTok, merekrut pelanggan, dan bertindak sebagai penerjemah. Ia bahkan mengunggah perbandingan foto dirinya sebelum dan sesudah prosedur kecantikan medis, serta membantu memberikan edukasi kesehatan dan instruksi minum obat di lokasi.
Pengadilan menemukan bahwa VT dan Y setidaknya telah membantu empat orang melakukan operasi kosmetik ilegal, termasuk tanam benang hidung dan pengecilan cuping hidung. Atas pelanggaran praktik medis ilegal, VT divonis 10 bulan dan Y 9 bulan penjara. Selain itu, hasil kejahatan mereka sebesar NT$160.000 dan NT$720.000 disita. Setelah menjalani masa hukuman, keduanya akan segera dideportasi.