(Taiwan, ROC) --- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Undang-Undang Implementasi Jaminan Taiwan. Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) Rabu hari ini (3/12) menyatakan sambutan hangatnya, berpendapat bahwa langkah ini akan memungkinkan kedua belah pihak berinteraksi lebih utuh, mendorong hubungan Taiwan-AS maju satu langkah besar, serta membantu perkembangan lebih lanjut menuju normalisasi hubungan bilateral.
Setelah Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS meloloskan UU Implementasi Jaminan Taiwan, Presiden AS Donald Trump menandatangani dan merampungkan legislasi tersebut pada Selasa (2/12). Salah satu poin utama dari UU Implementasi Jaminan Taiwan adalah mewajibkan Departemen Luar Negeri AS untuk meninjau pedoman interaksinya dengan Taiwan secara berkala, dan setidaknya setiap 5 tahun menyerahkan laporan pembaruan kepada Kongres, guna memastikan hubungan Taiwan-AS terus berkembang dengan stabil.
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung menyatakan bahwa kemampuan undang-undang ini untuk didorong secara lancar melalui tinjauan mandiri menunjukkan dukungan kuat lintas partai di Kongres AS serta badan eksekutif terhadap pendalaman hubungan Taiwan-AS. Kementerian Luar Negeri (MOFA) akan terus memegang prinsip saling percaya, timbal balik, dan saling menguntungkan di atas dasar hubungan yang baik, menjaga komunikasi erat dengan Kongres dan badan eksekutif AS, serta secara mantap mendorong kemitraan kerja sama global kedua pihak di berbagai bidang.
Lin Chia-lung mengatakan, "Ini adalah langkah besar bagi hubungan Taiwan-AS. Terkait pedoman interaksi kedua pihak, kita bisa berinteraksi satu sama lain dengan lebih utuh, termasuk berkunjung ke lembaga federal untuk urusan dinas, atau mereka datang ke kantor perwakilan kami untuk berinteraksi. Termasuk perkembangan lebih lanjut menuju normalisasi hubungan Taiwan-AS, kami menyatakan afirmasi dan terima kasih."
Mengenai kemajuan negosiasi tarif Taiwan-AS, Lin Chia-lung menanggapi dengan menunjukkan bahwa negosiasi berjalan lancar, dan berharap dapat segera mengumumkannya kepada publik.
Adapun mengenai diskusi yang timbul terkait investasi dana sebesar NT$1,25 triliun dalam 8 tahun ke depan untuk memperkuat pertahanan, Lin Chia-lung menyatakan bahwa peningkatan anggaran militer, perpanjangan masa wajib militer, persiapan perang asimetris, dan ketahanan pertahanan seluruh masyarakat adalah bagian dari reformasi pertahanan.
Penyusunan anggaran khusus mewakili tekad pemerintah, sementara dukungan seluruh rakyat dan peningkatan kemampuan pertahanan diri secara lebih signifikan juga merupakan wujud dari tekad Taiwan.