(Taiwan, ROC) Tanggal 10 Desember adalah Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Komnas HAM kemarin (3/12) mengumumkan bahwa pihaknya baru saja menyeleksi karya desain poster HAM yang mendapat penghargaan, koridor keberangkatan terminal II Bandara Internasional Taoyuan digelar pameran “Mengenal Taiwan di Perbatasan, Menyaksikan HAM Dijunjung”, berharap sebelum terbang, para penumpang memiliki kesan positif tentang situasi HAM di Taiwan.
Komnas HAM dalam konferensi pers kemarin (3/12) menyampaikan, untuk memeringati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia di bulan Desember, pihaknya telah bekerja sama dengan Kantor Deklarasi Properti Yuan Pengawas dan Museum HAM Nasional untuk menyelenggarakan pameran poster HAM “Mengenal Taiwan di Perbatasan, Menyaksikan HAM Dijunjung” di terminal II Bandara Internasional Taoyuan, yang akan berlangsung hingga 2 Januari 2026.
Pada acara pembukaan yang berlangsung kemarin (3/12) Wakil Ketua Yuan Pengawas, Lee Hung-chun(李鴻鈞) menekankan, peringatan hari HAM Sedunia ke-75 tahun, dapat menciptakan koridor HAM di depan pintu masuk negara merupakan hal yang luar biasa, karena HAM, demokrasi merupakan pelindung nasional Taiwan yang tak kasat mata, terutama mengingat situasi internasional Taiwan yang unik. HAM sangat penting bagi Taiwan untuk mendapatkan dukungan dari mitra-mitra demokrasi. Ia berharap para wisatawan dapat melihat perjuangan Taiwan yang gigih dalam menegakkan HAM dan menghargai Taiwan sebagai rumah bagi masyarakatnya untuk hidup tenang dan berkembang.
Menteri Transportasi Chen Shih-kai(陳世凱) mengatakan, pendidikan HAM merupakan nilai universal yang melekat. Di antara poster-poster yang dipajang, yang paling berkesan baginya adalah "gantungan baju". Poster ini menampilkan interpretasi hak asasi manusia dari berbagai generasi. Generasi sebelumnya menganggap gantungan baju memiliki fungsi "pendidikan", sementara generasi ini hanya melihatnya sebagai alat untuk menjemur pakaian, yang menyoroti sejarah dan pentingnya pendidikan hak asasi manusia.
Chen Shih-kai mengatakan, sebelumnya kartu nama Taiwan diidentikkan dengan gunung Alishan dan Sunmoon Lake, sedangkan saat ini adalah kebebasan, demokrasi, dan HAM. Poster HAM yang terpasang di bandara merupakan cara untuk memperkenalkan Taiwan kepada dunia dari perspektif HAM. Ke depannya, berbagai stasiun dalam sistem transportasi juga dapat digunakan untuk menunjukkan komitmen dan upaya Taiwan dalam memperjuangkan HAM.
Komnas HAM mengatakan, pameran poster HAM di Bandara Taoyuan merupakan pilihan karya pemenang dari kompetisi desain poster HAM sebelumnya. Tema-tema yang diangkat beragam, mulai dari mendobrak stereotip gender hingga merangkul keberagaman identitas gender, dari menghadapi trauma akibat kekerasan dalam rumah tangga hingga imbauan kesetaraan dalam pekerjaan rumah tangga, dari keberanian mengungkap #MeToo hingga penindasan yang dihadapi perempuan di seluruh dunia. Adapun tujuannya adalah agar wisatawan internasional merasakan komitmen Taiwan yang teguh terhadap HAM.