(Taiwan, ROC) --- Saat Taiwan bersiap menyambut terjangan udara dingin, mantan Kepala Ditjen Klimatologi Sentral (CWA), Cheng Ming-dean (鄭明典), membagikan sebuah citra satelit di media sosial. Gambar tersebut menunjukkan garis isoterm 0°C yang bergerak cepat menekan ke selatan setelah matahari terbenam, seolah hendak menelan daratan dalam cengkeraman es.
Melalui unggahannya, Cheng Ming-dean menjelaskan cara membaca fenomena langit ini. Dalam citra satelit inframerah, perbatasan antara warna biru dan hijau menandakan suhu permukaan tanah sekitar 0°C. Animasinya menunjukkan bagaimana garis ini melahap seluruh Semenanjung Korea, mengubah warnanya menjadi hijau pekat, pertanda suhu di bawah titik beku.
Gambar tersebut menunjukkan garis isoterm 0°C yang bergerak cepat menekan ke selatan setelah matahari terbenam. Foto: CWA
Penjelasannya memicu rasa penasaran warganet, terutama ketika mereka melihat bercak-bercak hijau sporadis di atas langit Taiwan. Apakah itu berarti udara dingin sudah tiba? Dengan sabar, Cheng Ming-dean meluruskan bahwa warna hijau di atas Taiwan tersebut adalah puncak awan yang suhunya memang dingin, tetapi bukan berarti udara di permukaan sudah membeku.