(Taiwan, ROC) -- Kebakaran besar di Kompleks Perumahan Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, telah merenggut 159 nyawa. Di tengah suasana duka yang menyelimuti seluruh Hong Kong, seorang pria malah datang ke lokasi kejadian untuk selfie sambil tersenyum lebar dan berpose “dua jari”, bahkan merekam video yang menghina para korban dengan mengatakan bahwa mereka “pantas mendapatkannya”.
Aksi tak berperikemanusiaan dari influencer kontroversial bernama “Kenny” ini sontak memicu kemarahan publik. Kepolisian Hong Kong dari Divisi Keamanan Nasional pada Rabu (3/12) pun mengambil tindakan, dan menangkapnya atas dugaan melakukan “perbuatan yang bermaksud menghasut”.
Menurut laporan gabungan media Hong Kong, pria bermarga Chen (26) yang ditangkap adalah Youtuber Hong Kong bernama Kenny, sekaligus anggota kelompok influencer kontroversial istimetowin.
Setelah kebakaran terjadi, dirinya tidak hanya datang ke lokasi bencana, tetapi juga berpose sambil tersenyum lebar dan menunjukkan “dua jari” dengan latar belakang kobaran api. Tak berhenti disitu, dirinya kemudian mengunggah video ke jejaring internet dan menyampaikan ucapan kebencian yang sangat keji, membuat publik semakin geram.
Dalam videonya, dirinya menyebut para korban tewas karena “dosa mereka yang terlalu besar” dan “telah melakukan terlalu banyak kejahatan”, sehingga pantas menerima musibah kebakaran sebagai hukuman. Dirinya bahkan menghimbau para penonton untuk “tidak terlalu bersimpati kepada korban kebakaran”.
Ucapan-ucapan tersebut viral di internet dan memicu kemarahan publik di seluruh Hong Kong.
Kepolisian Hong Kong dari Divisi Keamanan Nasional pada Rabu (3/12) menangkapnya atas dugaan pelanggaran “UU Keamanan Nasional, yakni melakukan “perbuatan yang bermaksud menghasut”.
Juru Bicara Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong menegaskan kecaman keras terhadap tindakan keji yang memanfaatkan bencana untuk meresahkan Hong Kong, dan menegaskan jika pihak berwenang akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum, serta tidak akan membiarkan siapapun memanfaatkan bencana untuk menyebarkan kebencian dan memecah belah masyarakat.