(Taiwan, ROC) -- Guna mendorong kerja sama antara Swedia dan Taiwan di bidang energy, Perwakilan Swedia untuk Taiwan Helena Reitberger pada Kamis (4/12) menyatakan jika Swedia berharap dapat menjalin kolaborasi yang lebih luas dan mendalam dengan Taiwan dalam sektor energi dan keberlanjutan, guna bersama-sama menuju masa depan nol emisi bersih.
Kantor Dagang dan Investasi Swedia di Taipei pada Kamis (4/12) menggelar jamuan teh media mengenai ketahanan energi dan energi masa depan Taiwan-Swedia. Dalam sambutannya, Helena Reitberger menyampaikan jika investasi pada solusi alternatif tanpa bahan bakar fosil di Taiwan kini dipandang sebagai investasi yang strategis. Dirinya menambahkan jika pengalaman sukses Swedia dalam mendorong kerja sama antara sektor publik dan industry dapat menjadi rujukan berharga bagi Taiwan.
Helena Reitberger menunjukkan, Swedia berharap dapat menjalin kerja sama yang lebih luas dan mendalam dengan Taiwan dalam bidang energi dan keberlanjutan, guna bersama-sama menuju masa depan nol emisi bersih. Dirinya menekankan, ketahanan energy merupakan bagian penting dari ketahanan masyarakat secara menyeluruh, dan Swedia memiliki pengalaman yang sangat kaya di bidang ini.
Simon Westerlund selaku Manajer Investasi Asia dari perusahaan Swedia Baseload menyatakan, bagi perusahaan teknologi besar dan pusat data, mereka berharap dapat mendapakan pasokan energi bersih yang stabil. Energi terbarukan yang bersifat intermitensi saja tidak cukup untuk memenuhi permintaaan tersebut, sementara energi panas bumi mampu menyediakan daya dasar 24 jam tanpa henti. Dengan Taiwan yang memiliki sumber daya panas bumi yang melimpah, hal ini menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan energy. Dirinya berharap melalui kerja sama lintas industri di Taiwan, teknologi dan pengembangan proyek dapat dipercepat skalanya.
Manajer Proyek dari Minesto Taiwan Ltd., Chen Yong-long (陳勇隆) menyampaikan jika Minesto yang berasal dari Swedia mengembangkan perangkat pembangkit listrik ringan, modular, dan dapat diperluas, yang mampu memanfaatkan arus pasang surut dan arus laut berkecapatan rendah untuk menghasilkan listrik. Saat ini, pihak perusahaan sudah memiliki proyek yang beroperasi di Kepulauan Faroe, dan telah menjalin kerja sama dengan TCC Green Energy serta National Taiwan Ocean University. Diharapkan terdapat peluang untuk memasang perangkat pembangkit listrik bawah laut ini di perairan timur Taiwan dan wilayah lain.