(Taiwan, ROC) -- Salah satu aspek kunci dalam “pertukaran lembaga internasional” adalah “transformasi lembaga pemikir Institut Diplomasi dan Hubungan Internasional”. Institut Diplomasi dan Hubungan Internasional (IDIA) menyampaikan, implementasi dari transformasi ini melibatkan 3 aspek. Pertama meningkatkan kapasitas penelitian; kedua, mengintegrasikan sumber daya akademisi dan lembaga pemikir, serta pengaturan berkelanjutan bagi akademisi Taiwan untuk melakukan residensi jangka pendek di luar negeri; dan ketiga, pemanfaatan peran lembaga pemikir untuk mengundang lembaga terkait dan tokoh kunci dari negara lain ke Taiwan untuk pertukaran pelajar. Pekerjaan ini telah menggelar 5 seminar di tahun ini, meskipun detailnya tidak dapat dipublikasikan, tapi dipastikan dapat membantu Taiwan “mendapatkan teman baru.”
“Diplomasi Komprehensif” saat ini mencakup lebih dari 10 bidang, di antaranya "diplomasi lembaga pemikir" yang baru-baru ini menunjukkan hasil nyata. Sebagai contoh, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) mengunjungi lembaga pemikir di Belanda dan Polandia pada bulan September untuk menyampaikan pidato, sementara Wakil Menteri Luar Negeri Wu Chih-chung (吳志中) dan Chen Ming-chi (陳明祺) juga menghadiri kegiatan lembaga pemikir di Jerman dan Kanada, yang mempromosikan hubungan bilateral dan meningkatkan pemahaman semua pihak tentang Taiwan.
Aspek kunci lain dari “pertukaran lembaga pemikir” adalah “integrasi institusi akademik ke dalam lembaga pemikir”. Pekerjaan ini telah mencapai beberapa kemajuan. Selain meningkatkan kapasitas penelitian internal akademi secara bertahap, IDIA yang sebelumnya jarang berinteraksi dengan dunia luar telah mulai mengundang figur-figur asing ke Taiwan untuk pertukaran pandangan yang mendalam.
Lebih lanjut, IDIA memiliki beberapa diplomat senior dengan pengalaman luas di bidang hubungan luar negeri. Selain melatih mahasiswa baru yang telah lulus ujian diplomatik, mereka juga telah membantu kelompok-kelompok domestik dan lembaga swadaya masyarakat dalam memperdalam kerja internasional mereka dalam beberapa tahun terakhir, memanfaatkan keahlian mereka untuk mengembangkan bakat internasional di sektor sipil.