(Taiwan, ROC) -- Menurut pemberitaan dari media Reuters, Tiongkok baru-baru ini menempatkan lebih dari seratus kapal dan kapal perang di perairan Asia Timur, menimbulkan perhatian terkait situasi Selat Taiwan. Menanggapi hal ini, Juru Bicara Istana Kepresidenan Karen Kuo (郭雅慧) pada hari ini (5/12) menyampaikan, Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah meminta Kementerian Pertahanan Nasional (MND) dan lembaga terkait keamanan nasional untuk memantau secara menyeluruh dan melaporkan secara tepat waktu. Kuo menegaskan bahwa keamanan negara tetap terjamin dan menghimbau warga untuk tetap tenang.
Karen Kuo juga menyerukan Tiongkok agar bertindak sesuai tanggung jawab sebagai negara besar, dan menyatakan jika Taiwan akan terus bekerja sama dengan sekutu untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabiltias regional di Indo-Pasifik.
Menurut pemberitaan Reuters pada Kamis (4/12), saat ini merupakan musim tradisional latihan militer Tiongkok. Meskipun Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Tiongkok belum mengumumkan latihan berskala besar dengan nama resmi, berdasarkan keterangan empat sumber dan laporan intelijen yang diperoleh Reuters, Negeri Panda telah menempatkan sejumlah besar kapal dan kapal perang di perairan Asia Timur, dengan jumlah sempat mencapai lebih dari seratus unit. Skala demonstrasi kekuatan laut ini tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, sehingga menimbulkan perhatian terkait situasi Selat Taiwan.
Jubir Istana Kepresidenan Taiwan Karen Kuo (郭雅慧) dalam sebuah wawancara saat mendampingi Presiden Lai menghadiri upacara pembukaan sebuah konferensi medis, menyebutkan jika tindakan militer Negeri Tirai Bambu tersebut tidak hanya terbatas di wilayah Selat Taiwan. Faktanya, aktivitas Negeri Panda tersebar mulai dari Laut Kuning bagian selatan, perairan timur Laut Tiongkok dekat Kepulauan Diaoyutai, hingga Laut Selatan Tiongkok, bahkan hingga Pasifik Barat. Hal ini jelas menimbulkan ancaman dan dampak bagi seluruh kawasan Indo-Pasifik.
Karen Kuo (郭雅慧) menuturkan, pemerintah telah menanggapi laporan terkait, dan Presiden Lai telah meminta lembaga keamanan nasional untuk memantau secara menyeluruh, dan keamanan negara tetap terjamin.
Karen Kuo kembali menyerukan agar Tiongkok dapat menjalankan tanggung jawabnya sebagai negara besar dan bersikap lebih terkendali. Sementara itu, Taiwan sebagai anggota kawasan yang bertanggung jawab akan terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sekutu untuk bersama-sama menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.