(Taiwan, ROC) --- Suasana tegang di tengah pekan ujian akhir di Universitas Nasional Taiwan (NTU) semakin memanas setelah ratusan mahasiswa menerima pemberitahuan mendadak untuk menjalani pemeriksaan tuberkulosis (TBC). Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) pada Kamis kemarin (4/12) mengonfirmasi bahwa seorang mahasiswa asing di kampus tersebut telah didiagnosis menderita TBC, memicu pelacakan kontak besar-besaran yang kini telah mengidentifikasi sekitar 900 orang.
Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) dalam konferensi pers menegaskan bahwa ini adalah kasus tunggal dan bukan merupakan fenomena kluster.
"Saat ini tidak perlu panik. Menerima pemberitahuan bukan berarti terinfeksi, tetapi diidentifikasi sebagai kemungkinan memiliki kontak dengan kasus tersebut," ujarnya, seraya mengimbau mereka yang diidentifikasi untuk bekerja sama dalam proses skrining.
Pihak universitas merespons dengan menyatakan bahwa semua tindakan yang diambil adalah bagian dari kerja sama dengan otoritas kesehatan, tetapi menolak memberikan detail lebih lanjut karena menyangkut privasi data pribadi.
Menurut Shih Chung-liang, kriteria identifikasi kontak cukup ketat, yaitu mereka yang berada di ruang yang sama dengan pasien selama lebih dari 8 jam dalam satu hari, atau memiliki kontak kumulatif selama 40 jam atau lebih. Jumlah kontak yang mencapai 900 orang disebabkan oleh penelusuran yang dilakukan sejak periode infeksius pasien dimulai.
Bagi para mahasiswa, pemberitahuan ini datang di waktu yang paling tidak tepat. "Teman saya bilang dia menerima surat untuk pemeriksaan. Hal ini tidak terasa menakutkan, tapi memang agak merepotkan," ujar seorang mahasiswa NTU.
Di tengah kesibukan mempersiapkan ujian, mereka kini harus meluangkan waktu untuk pergi ke rumah sakit, menambah beban pikiran di pekan yang sudah penuh tekanan.
Dinas Kesehatan Kota Taipei akan memfasilitasi proses skrining yang mencakup pemeriksaan rontgen dan tes darah untuk semua kontak yang telah diidentifikasi.