(Taiwan, ROC) Siklon tropis yang melanda Sumatra, Indonesia menyebabkan banjir bandang dan longsor dan mengakibatkan setidaknya 940 korban yang meninggal dunia. Warga di lokasi bencana melaporkan kasus penyakit menular yang melonjak, beberapa keluhan penyakit seperti diare, demam, dan nyeri otot. Otoritas setempat tengah berupaya menanggapi wabah penyakit pascabencana dan kekurangan persediaan medis.
Pekan lalu siklon tropis melanda 3 provinsi di Sumatra (termasuk Aceh) memicu banjir bandang dan tanah longsor, yang mengakibatkan kerusakan lingkungan secara parah. Reuters mengutip statistik yang diterbitkan pemerintah Indonesia (7/12) melaporkan, sejauh ini bencana tersebut merenggut 940 nyawa, dan 276 dinyatakan hilang.
Tenaga medis di satu-satunya rumah sakit di Aceh Tamiang yang terletak di lokasi bencana menyampaikan kepada Reuters bahwa, kondisi pasien di rumah sakit terus memburuk. Ada warga yang mengatakan, peralatan medis rumah sakit ikut tertimbun lumpur, jarum suntik berserakan di mana-mana, dan beberapa obat-obatan telah hanyut.
Setelah rumah warga yang hancur karena genangan lumpur, kemudian berlanjut dengan permasalahan wabah penyakit menular. Kementerian Kesehatan Indonesia pekan lalu menyampaikan, setelah bencana, “kondisi belum memulih”, mendapat laporan dari warga adanya lonjakan kasus diare, demam dan lainnya.
Perawat di rumah sakit tersebut, Nurhayati mengatakan, operasional rumah sakit tidak bisa berjalan karena kekurangan obat-obatan, tenaga medis mencoba menghidupkan peralatan respirator di unit perawatan intensif bayi, akan tetapi gagal, ia menyebut, karena kondisi ini menyebabkan 1 bayi meninggal dunia sementara ada 6 bayi lainnya selamat.
Nurhayati sangat berharap operasional rumah sakit dapat segera berjalan dengan normal, “Semua orang tahu saya seorang perawat, dan saya merasa frustrasi karena tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya bisa memberikan obat-obatan yang terbatas yang saya miliki. Ini adalah bencana yang sangat serius. Semuanya hancur”. Dinas kesehatan setempat mengatakan, total ada 31 rumah sakit dan 156 puskesmas di 3 provinsi di Sumatra yang terkena dampak akibat banjir ini.
Otoritas pemerintah Sumatra telah mengimbau agar pemerintah pusat segera umumkan kondisi darurat nasional sehingga dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya bantuan dan penanggulangan bencana.