(Taiwan, ROC) --- Guncangan kuat dirasakan di hampir seluruh wilayah Taiwan pada Senin malam kemarin (8/12), saat gempa bumi berkekuatan 5,7SR mengguncang lepas pantai Kabupaten Hualien pada pukul 19:24.
Pusat Seismologi dari Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) segera mengeluarkan peringatan, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi gempa susulan berkekuatan 5SR hingga 5,5SR yang mungkin terjadi dalam 3 hari mendatang.
Direktur Pusat Seismologi, Wu Chien-fu menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong sangat dangkal dengan kedalaman hanya 54,5 kilometer.
“Karena sumber gempa yang dangkal, guncangan terasa sangat jelas di sekitar pusat gempa di Hualien,” ujarnya dalam konferensi pers Senin malam.
Intensitas guncangan terbesar mencapai skala 4SR di Hualien dan Nantou, tapi getarannya terasa hingga ke 20 kabupaten dan kota di seluruh pulau. Gempa ini, menurut Wu Chien-fu disebabkan oleh aktivitas tumbukan antara lempeng Laut Filipina dengan Lempeng Eurasia, sebuah fenomena lazim yang biasanya terjadi di kawasan tersebut.
Wu Chien-fu menerangkan bahwa gempa kali ini adalah gempa ke 40 dengan magnitudo sekitar 5SR hingga 6SR yang terjadi di sepanjang tahun ini, melampaui rata-rata tahunan yakni 30 kali. Hal ini mengindikasikan aktivitas seismik yang cukup tinggi di Taiwan.
“Hualien terletak di perbatasan 2 lempeng, sehingga memang merupakan daerah rawan gempa. Gempa kali ini adalah pelepasan energi, tapi energi tersebut tidak akan habis dalam sekali pelepasan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya persiapan mitigasi bencana untuk menghindari potensi gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang.