(Taiwan, ROC) --- Jepang bagian utara diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,5R pada Senin (8/12) larut malam, memicu kepanikan, kerusakan infrastruktur, dan gelombang tsunami di sepanjang pesisir. Guncangan hebat yang berpusat di lepas pantai Prefektur Aomori itu dilaporkan telah melukai sedikitnya 23 orang dan menyebabkan bencana susulan seperti jalanan ambles dan kebakaran.
Gempa yang terjadi sekitar pukul 23.15 waktu setempat itu terekam jelas di berbagai stasiun televisi, di mana papan nama dan tirai berguncang hebat sementara dokumen berjatuhan dari meja. Dengan intensitas seismik maksimum mencapai 6SR, peringatan tsunami segera dikeluarkan, memaksa penduduk di wilayah pesisir untuk bergegas mengungsi ke dataran tinggi.
Pada Selasa (9/12) dini hari, Badan Meteorologi Jepang mengonfirmasi bahwa tsunami setinggi 70 cm telah terdeteksi di Prefektur Iwate, sementara gelombang setinggi 50 cm teramati di Urakawa, Hokkaido.
Perdana Menteri Sanae Takaichi segera menginstruksikan jajarannya untuk memastikan informasi evakuasi tersampaikan secara akurat dan cepat kepada masyarakat. "Langkah-langkah evakuasi penduduk harus dipastikan untuk mencegah meluasnya bencana," tegasnya.
Laporan dari Prefektur Aomori menyebutkan banyak korban luka akibat terjatuh atau tertimpa benda saat gempa. Kerusakan bangunan, pecahnya kaca, dan pemadaman air juga dilaporkan di beberapa lokasi. Meskipun semua peringatan tsunami kini telah dicabut, pihak berwenang tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kuat dalam sepekan ke depan.