(Taiwan, ROC) Beberapa senator Prancis belakangan ini memposting tulisan di media sosial X, yang mendukung Presiden Lai Ching-te dengan usulan anggaran pertahanan khusus sebesar US$40 milyar (setara dengan NT$1, 25 trilyun), bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan dalam menghadapi ancaman Tiongkok dan menegaskan hal ini penting untuk menjaga stabilitas dan mempromosikan keamanan dunia.
Anggota parlemen Prancis yang terdiri dari Laurent Mazaury, Éric Bothorel, dan mantan Ketua Parlemen, François de Rugy dalam media sosial X mengunggah postingannya yang menyebut, sangat setuju dan berpandangan optimis dengan Taiwan yang memperkuat ketangguhan pertahanannya.
Termasuk Senator Olivier Cadic mengatakan, "Ancaman yang dihadirkan dari Beijing, direspons Taiwan yang mempertangguh ketahanan, dan Presiden Lai Ching-te mengumumkan dana anggaran pertahanan senilai $40 miliar. Kebebasan tidak bisa dinegosiasikan; kebebasan harus dipertahankan. Untuk mendapatkan kebebasan ada pengorbanan namun kebebasan tak ternilai harganya." Postingan tersebut menyertakan gambar bendera Republik Tiongkok dan tautan ke artikel Le Monde tentang usungan Presiden Lai Ching-te terkait anggaran pertahanan sebesar $40 miliar.
Wakil Ketua Kelompok Persahabatan Taiwan- Parlemen Prancis, Senator Brigitte Devésa menuliskan, “Saya memuji Presiden Lai Ching-te atas rasa tanggung jawabnya dalam memperkuat pertahanan untuk melindungi Taiwan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik dalam menghadapi ancaman signifikan dari Presiden Tiongkok Xi Jin-ping. Prancis seharusnya dengan antusias mendukung tindakan ini demi keamanan, karena lautan adalah milik bersama." Unggahan tersebut menyertakan foto Presiden Lai bersama militer Taiwan.
Saat bersamaan Wakil Presiden Kelompok Persahabatan Taiwan, Else Joseph mengatakan, "Inisiatif Presiden Lai Ching-te menambahkan investasi militer guna memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan adalah tindakan yang tepat, dan krusial bagi kebebasan, demokrasi, menjaga stabilitas regional, dan keamanan dunia." Unggahan tersebut menyertakan foto Presiden Lai yang berlatar belakang militer Taiwan, dan diberi keterangan "tidak ada ruang untuk kompromi terkait keamanan nasional."
Senator Valérie Boyer menulis bahwa Taiwan menginvestasikan sebesar $40 milyar, hal ini menunjukkan ancaman nyata, menghadapi intimidasi dan upaya yang merusak stabilitas perdamaian, mendukung agar demokrasi Taiwan dapat menjaga perdamaian dan keseimbangan internasional.