(Taiwan, ROC) --- Selama ini kita mengenal Tipe I (Introvert) dan Tipe E (Extrovert). Namun, Dokter Psikiatri Rami Kaminski, berdasarkan 40 tahun pengamatan klinis, mengusulkan adanya tipe kepribadian unik ketiga, yakni Otrovert (Tipe O), yang didefinisikan sebagai individu yang secara alami tidak memiliki rasa memiliki terhadap kelompok.
Dalam bukunya The Gift of Not Belonging, Dokter Rami Kaminski mendorong para Tipe O untuk melepaskan tekanan sosial agar menyesuaikan diri, berhenti berusaha mengubah diri, dan tidak hidup sesuai ekspektasi orang lain. Ketika mereka memprioritaskan kesehatan emosi diri sendiri, potensi mereka akan mekar dan stabilitas pikiran serta tubuh akan tercapai.
Apakah Setiap Anak Awalnya Adalah Tipe O?
Dokter Rami Kaminski berpendapat bahwa pada beberapa tahun pertama kehidupan, setiap anak adalah Tipe O. Mereka mudah tenggelam dalam pikiran sendiri, cemas saat bertemu orang asing, dan perlu dibimbing untuk berpartisipasi dalam dunia kelompok. Namun, seiring bertambahnya usia, kebanyakan anak belajar mengorbankan kebutuhan diri demi diterima kelompok, kecuali mereka memang terlahir sebagai Tipe O.
8 Ciri Khas yang Mengidentifikasi Tipe O:
1. Lebih Suka Berinteraksi dengan Orang Dewasa
Berbeda dengan anak pemalu, Tipe O merasa nyaman berinteraksi dengan orang dewasa daripada teman sebaya.
2. Pikiran yang Ingin Tahu dan Kreatif
Mereka memiliki daya pikir yang mendalam dan imajinatif.
3. Ramah, Namun Hanya Punya Sedikit Teman Dekat
Mereka mudah bergaul, tetapi tidak memiliki banyak orang kepercayaan. Mereka mungkin lebih banyak melamun dan cenderung mengikuti daripada memimpin.
4. Paling Bahagia Saat Sendirian:
Mereka dapat bermain sendiri dengan puas. Jika mereka bermain dalam kelompok, mereka membutuhkan waktu istirahat yang lama setelahnya.
5. Menolak Kegiatan Terorganisir:
Seiring bertambah dewasa, mereka menolak klub, perkemahan, perjalanan sekolah (terutama menginap), atau kegiatan apa pun yang memaksa mereka berada dalam jarak dekat dengan banyak orang. Perasaan terperangkap oleh kelompok sangat tidak nyaman bagi mereka.
6. Sangat Perhatian dan Murah Hati
Dalam interaksi satu lawan satu, Tipe O sangat berempati. Mereka membantu tanpa mengharapkan imbalan, karena mereka tidak bermain permainan sosial yang menuntut pengorbanan diri demi pengakuan.
7. Hati-hati dan Menghindari Risiko
Mereka tidak terpengaruh oleh tekanan teman sebaya. Mereka tidak akan melakukan perilaku berisiko atau ceroboh hanya karena orang lain melakukannya.
8. Kurang Mampu Mengatasi Perubahan
Meskipun sekolah mengajarkan aturan kelompok, Tipe O kesulitan mempelajari aturan sosial tersembunyi ini dan kesulitan menyesuaikan perilaku saat aturan berubah.
Dilema Orang Tua Tipe O
Mengasuh Tipe O sering membingungkan orang tua, haruskah mereka menerima anak apa adanya, atau berusaha membentuk mereka menjadi normal? Kebanyakan orang tua cenderung mendesak anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Anak yang menyendiri dianggap melamun atau tertutup, bahkan menarik perhatian guru atau psikolog.
Dokter Rami Kaminski memperingatkan bahwa upaya untuk mengoreksi anak Tipe O justru akan menjadi bumerang. Memaksa mereka untuk berbaur dengan kenormalan kelompok hanya akan membuat mereka merasa semakin tidak normal. Orang tua harus menyadari bahwa memaksa Tipe O berpartisipasi dalam kegiatan kelompok hanya untuk mengurangi kecemasan orang tua sendiri, tetapi mengorbankan kesehatan mental anak.