(Taiwan, ROC) --- Kelalaian dalam memilih produk yang diimpor dapat berujung pada denda yang sangat memberatkan. Demi menjaga legalitas sumber alat kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Kaohsiung bekerja sama dengan bea cukai melakukan penindakan tegas terhadap impor alat kesehatan tanpa izin.
Hingga akhir November 2025, tercatat 52 kasus individu dan perusahaan yang melanggar ketentuan impor alat kesehatan. Produk yang disita bervariasi, termasuk asam hialuronat, alat kecantikan, alat penghilang bulu, hingga kursi roda. Semua pelanggar dikenakan denda mulai dari NT$60.000 hingga NT$2.000.000, sesuai dengan pelanggaran Pasal 25 Undang-Undang Pengelolaan Alat Kesehatan.
Kasus yang melibatkan penjualan kembali atau pengalihan produk kepada pihak lain bahkan akan diserahkan kepada jaksa untuk penyelidikan pidana. Dinas Kesehatan mengingatkan public, impor alat kesehatan tanpa persetujuan adalah ilegal dan harus dihindari.
Produk Sehari-hari yang Sering Terlupakan
Dinas Kesehatan Kaohsiung menyoroti bahwa alat kesehatan yang diatur undang-undang tidak hanya terbatas pada alat medis canggih. Produk sehari-hari yang sering dibeli, seperti plester luka, plester cair, cotton bud, tampon, kondom, kacamata, lensa kontak sekali pakai, dan masker medis, juga termasuk dalam kategori alat kesehatan.
Saat mengimpor barang-barang ini melalui pembelian online, Anda memang dapat memanfaatkan izin cepat tanpa deklarasi, tetapi ada batasan ketat yang harus diperhatikan:
1. Batasan Waktu dan Jenis
Setiap orang hanya dibatasi satu kali untuk setiap jenis barang per setengah tahun.
2. Penggunaan Pribadi
Produk tersebut harus murni untuk penggunaan pribadi, dilarang keras untuk dijual kembali atau dialihkan kepada pihak lain.
3. Izin Khusus
Jika melebihi jumlah yang ditentukan, Anda wajib mengajukan permohonan alat kesehatan untuk penggunaan pribadi kepada otoritas Food and Drug Administration (FDA) Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan (MOHW).
Alasan Klasik Pelanggar: Demi Penghematan
Dinas Kesehatan mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus impor ilegal tahun ini melibatkan individu. Banyak yang beralasan melakukan impor ilegal demi penghematan. Misalnya, ada kasus impor asam hialuronat karena biaya suntik di dalam negeri dianggap mahal, sehingga pelaku mencoba mengimpor untuk disuntikkan sendiri.
Ada pula yang membeli alat penghilang bulu online dari luar negeri karena merasa perawatan di salon mahal. Bahkan, alat pencuci hidung yang dibeli dari luar negeri karena harga yang lebih murah juga termasuk pelanggaran. Semua kasus ini, tanpa terkecuali, dikenakan denda minimal NT$60.000 karena gagal mengajukan permohonan sesuai peraturan.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati saat membeli alat kesehatan secara online. Secara hukum, hanya alat kesehatan tertentu yang diizinkan dijual secara online, dan penjual harus merupakan pedagang alat kesehatan atau apotek berlisensi.
Produk yang dijual harus memiliki izin alat kesehatan domestik, dan penjual wajib mencantumkan nama produk, nomor izin, dan informasi penting lainnya di halaman web.
Masyarakat disarankan untuk menghindari pembelian dari penjual atau situs web asing, demi menjamin keselamatan pribadi, serta menghindari risiko pelanggaran hukum dan denda yang mencekik.