(Taiwan, ROC) Salah satu visi politik tentang pemuda dari Presiden Lai Ching-te “Taiwan Global Pathfinders Initiative”, pada hari Kamis ini (11/12) Ditjen Pemuda Kementerian Pendidikan menggelar presentasi hasil program ini, sebanyak 1.463 pemuda mendapat dukungan pemerintah untuk mewujudkan Impian mereka.
Presiden Lai Ching-te mengatakan hari ini secara langsung menyaksikan presentasi hasil, ada begitu banyak pemuda di bawah sokongan pemerintah merealisasikan Impian mereka, dia merasa sangat bangga. Program yang berjalan sukses pada tahun ini, maka Kementerian Pendidikan juga menyampaikan akan menambah “Program Bantuan Mewujudkan Impian” untuk tahun depan, dengan memberikan kuota sebanyak 300 pemuda dari masyarakat adat, ekonomi lemah dan desa terpencil, agar mereka dapat ke luar negeri untuk merealisasikan impian mereka.
Presiden Lai mengatakan, “Hari ini menyaksikan hasil program ini, bagi saya, impian saya telah terwujud, kalian yang mengejar impian membuat impian saya telah terwujud, kita adalah pengejar mimpi, terima kasih untuk Anda sekalian, terima kasih.”
Presiden Lai juga mendorong generasi muda untuk datang langsung dan melihat bagaimana orang lain mengejar dan mewujudkan impian mereka, memanfaatkan platform pemerintah dengan baik, masih ada orang tua dan guru ikut datang untuk mengetahui minat atau arah yang sesuai bagi anak-anak atau siswa mereka, sehingga siswa muda dapat memulai perjalanan membangun impian mereka.
Saat acara berlangsung, masih ada generasi muda yang mengikuti kegiatan dan berbagi pengalaman, ada menghadapi benturan budaya, ada yang tetap berpegang pada arah tujuan mereka, dan sebagian lainnya memiliki lebih banyak rencana untuk masa depan.
Kementerian Pendidikan juga mengatakan, dibalik analisa dari peserta yang ikut program tahun ini, dan untuk membantu lebih banyak anak muda dari masyarakat adat, daerah pedesaan, dan keluarga ekonomi kurang mampu untuk berpartisipasi dalam "Program Bantuan Mewujudkan Impian" dengan 300 kuota akan diluncurkan tahun depan untuk membantu anak muda dengan sumber daya terbatas meraih kesempatan di panggung internasional.