(Taiwan, ROC) -- Di bawah promosi kebijakan yang aktif, hubungan kerja sama Taiwan-Filipina terus menghangat. Kedua belah pihak melakukan pertemuan “Kerja Sama Pertanian dan Perikanan Taiwan-Filipina ke-12" pada bulan November lalu, kemudian pada tanggal 9-11 Desember menggelar “Forum Pembahasan Pelabuhan Cerdas”, dan pada tanggal 10 Desember juga melakukan penandatanganan “Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Kemitraan Penelitian Peternakan”, lebih lanjut memetakan program “Koridor Ekonomi Taiwan-Filipina” yang mengintegrasikan “Koridor Ekonomi Luzon” dari AS, Jepang dan Filipina.
Hubungan substansial Taiwan-Filipina kian menghangat, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung beberapa hari yang lalu bertemu dengan Kepala Kantor Perwakilan Filipina untuk Taiwan, Corazon A. Padiernos dan menekankan, pihaknya berharap membangun “kerangka kerja sama sistematis” bersama Filipina, yang dijadikan sebagai prinsip bersama bagi perusahaan-perusahaan Taiwan yang berinvestasi di Filipina, juga mengharapkan pemerintah kedua belah pihak membangun mekanisme komunikasi yang lancar untuk meningkatkan kepercayaan bisnis yang efektif, Menlu Lin Chia-lung menegaskan bahwa kesediaan Taiwan untuk melanjutkan program “koridor ekonomi Taiwan-Filipina”, berkomitmen mendorong kemakmuran bersama.
Dalam wawancara di media Liberty Times, Menlu Lin Chia-lung pada hari Jumat ini (12/12) mengangkat topik tentang program “koridor ekonomi Taiwan-Filipina” yang dikaitkan dengan rencana pemetaan “koridor ekonomi Luzon”, terutama pada saat beberapa hari yang lalu, Ketua Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan Sumi Shuzo mengadakan rapat pertemuan “komite investasi negara ke-3” di Taiwan, yang bertujuan untuk mendalami isu kerja sama Taiwan-Jepang berinvestasi ke negara ke-3, sementara “negara ke-3” yang dimaksud mencakup Filipina.
Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “Taiwan-Jepang bekerja sama, mengintegrasikan koridor ekonomi Luzon dan koridor ekonomi Taiwan-Filipina, selain dalam bidang geopolitik, menjadi gugus rantai pulau pertama dalam kerja sama keamanan, pada bidang ekonomi, teknologi, perdagangan dan lainnya membentuk keemanan ekonomi yang tangguh”.
Selain itu, berkaitan dengan tugas diplomatik dengan Amerika Tengah, Menlu Lin Chia-lung dalam wawancara tersebut mengungkit Panama, Beliau menegaskan, pemulihan hubungan dengan Panama demi keuntungan kedua belah pihak, maka Taiwan bersikap terbuka untuk menjalin hubungan bilateral, memulai era baru hubungan timbal balik yang menguntungkan. Tiongkok dan Panama berkemungkinan melakukan penandatanganan perjanjian logistik dalam waktu terdekat, oleh karena itu, Taiwan bekerja sama dengan kebijakan pemerintah AS untuk kawasan belahan barat, Presiden Panama berencana untuk menangani sendiri masalah ini, “bukan demi mendirikan kantor perwakilan”.
Contoh lainnnya adalah Honduras yang tengah mengadakan perhitungan suara pemilu, Menlu Lin Chia-lung menjelaskan, betapa pentingnya “model Taiwan”, niat baik ini disampaikan dan berkomitmen membangun kepercayaan dan hubungan bilateral yang makmur. Hal ini sangat berbeda dari pendekatan jangka pendek "model Tiongkok". Oleh karena itu, "model Taiwan" bukan hanya pilihan yang baik tetapi juga model yang disukai dan efektif.