(ROC, Taiwan) — Dalam rangka memperingati Hari Buruh Migran Internasional, organisasi nirlaba One-Forty bekerja sama dengan FamilyMart Taiwan untuk pertama kalinya menggelar “Festival Budaya Migran 2025” pada hari ini (13/12), di Taman Kreatif Syntrend, Taipei.
Festival ini menghadirkan pekerja migran dari enam negara Asia Tenggara sebagai pelaku utama kegiatan budaya. Beragam acara digelar, mulai dari stan kuliner dan budaya, lokakarya kerajinan tangan, pertunjukan seni, hingga pameran edukasi lintas budaya. Pengunjung yang hadir juga diajak berinteraksi langsung dengan pekerja migran, termasuk belajar mengucapkan sapaan dalam bahasa ibu mereka.
Pendiri One-Forty, Kevin Chen (陳凱翔) mengemukakan, kegiatan ini digelar untuk mempererat pemahaman masyarakat Taiwan terhadap kehidupan, bahasa, dan budaya pekerja migran yang selama ini kerap dianggap asing.
“Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua pernah bertemu pekerja migran, tetapi kita sering merasa asing dengan kehidupan, bahasa, dan budaya mereka, serta tidak tahu bagaimana melangkah untuk mulai saling memahami”, ujar Kevin.
Dirinya berharap festival ini dapat menjadi titik awal dialog yang lebih setara dan berkelanjutan antara pekerja migran dan masyarakat lokal.
Chairman FamilyMart Taiwan, Jung-Ting Yeh (葉榮廷) yang turut hadir dalam festival tersebut menyatakan, kolaborasi ini merupakan upaya memperluas nilai keramahan terhadap pekerja migran, tidak hanay di gerai ritel, tetapi juga di ruang publik. Menurutnya, keberagaman budaya perlu dirayakan sebagai bagian dari kehidupan sosial Taiwan.
Festival ini juga menampilkan capaian program donasi “bersama FamilyMart Ramah Pekerja Migran 2025”, yang selama setahun terakhir mendukung pendidikan bahasa Mandarin, program sahabat pena, serta edukasi budaya di sekolah. One-Forty mencatat program tersebut telah menjangkau ribuan pekerja migran di berbagai wilayah Taiwan.
Pihak penyelenggara menyatakan kerja sama lintas sektor ini akan terus dilanjutkan, dengan tujuan membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif serta memperkuat pemahaman lintas budaya di Taiwan.