(Taiwan, ROC) - Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengutuk dan membantah keras "Dokumen Kebijakan terhadap Amerika Latin dan Karibia" ketiga yang dirilis oleh Tiongkok pada tanggal 10, menegaskan bahwa klaim Tiongkok perihal Taiwan adalah bagian yang tak terpisahkan darinya, adalah upaya untuk memutarbalikkan kebenaran dan menyesatkan masyarakat internasional yang tidak berdasar.
Dalam rilis pers tanggal 13, MOFA menegaskan kembali bahwa Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara berdaulat dan merdeka, independen dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang tidak pernah memerintah Taiwan sehari pun.
Menurut MOFA, ini bukan hanya fakta objektif di antara Selat Taiwan tetapi juga fakta yang diakui oleh masyarakat internasional. Upaya apa pun untuk memutarbalikkan status kedaulatan Taiwan tidak dapat mengubah realitas ini.
MOFA menerangkan lebih lanjut bahwa Amerika Latin dan Karibia adalah wilayah dengan konsentrasi sekutu diplomatik tertinggi Republik Tiongkok, yang memberikan bukti tandingan terbaik terhadap klaim sepihak dan keliru Tiongkok bahwa Taiwan adalah bagian darinya.
Tiongkok telah lama menggunakan kerja sama sebagai dalih untuk menjebak negara-negara lain ke dalam perangkap utang, dan komunitas internasional telah lama waspada terhadap taktik Tiongkok yang menipu dan licik, lanjut MOFA, yang juga menyerukan kepada semua negara untuk bersama-sama mengutuk kebohongan jahat Tiongkok yang telah berlangsung lama, dan menekankan bahwa Taiwan tidak akan menyerah pada intimidasi dan penindasan diplomatik pemerintah otoriter Tiongkok.
Sebaliknya, tegas MOFA, Taiwan akan dengan teguh menjunjung nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, dan bekerja sama dengan sekutu dan negara-negara yang sepaham untuk bersama-sama menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional di Selat Taiwan.