Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) menerima James A. Robinson, ekonom dan ilmuwan politik Inggris yang meriah Penghargaan Nobel dalam bidang ekonomi, pada kesempatan ini Hsiao Bi-khim mengemukakan, politik dan ekonomi Taiwan terus mengalami kemajuan, berharap melalui pertukaran memperbaiki kebijakan, agar masyarakat dan negara dapat terus bergerak mengarah ke keberhasilan seluruh masyarakat.
Istana Presiden mengemukakan, Wakil Presiden dalam pidatonya pertama-tama mengucapkan selamat datang ke Taiwan kepada James A. Robinson, ia juga menyampaikan, James A. Robinson yang menganalisa dan meneliti keberhasilan dan kegagalan dari berbagai negara bereputasi, dari sudut Taiwan sendiri, Taiwan yang menaruh perhatian besar dalam menjamin kelangsungan hidup negaranya, dan juga mementingkan keberhasilan pembangunannya
Wakil Presiden Hsiao mengungkit, politik dan ekonomi Taiwan terus mengalami kemajuan, berdasarkan teori dari James A. Robinson, toleransi dari masyarakat sosial adalah salah satu unsur penting atas keberhasilan negara. Istana Presiden, bangunan yang dikunjungi James A. Robinson menjadi saksi sejarah pemerintah kolonial Taiwan dan masa darurat militer selama 38 tahun, kini secara berangsur-angsur telah berubah menjadi masyarakat demokrasi yang makmur, kompetitif dan terbuka. Masyarakat Taiwan diberikan hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan besar bagi kehidupannya, seperti memilih sendiri pemimpin melalui pemilu dan bersama-sama menciptakan peluang serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi negaranya.
Wapres Hsiao Bi-khim mengungkapkan, Taiwan tengah menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam maupun luar negeri, berharap dapat memperbaiki strategi kebijakan melalui pertukaran, agar dapat terus memajukan pembangunan dan memastikan hasil kesuksesan negara dan masyarakat.
Selain itu, Wapres Hsiao Bi-khim pada sore hari kemarin juga menjumpai Eric S. Maskin, ekonom Amerika Serikat yang meraih Penghargaan Nobel pada tahun 2007. Wapres Hsiao menegaskan, menghadapi tantangan berat dalam pengembangan ekonomi, kestabilan demokrasi dan geopolitik serta keamanan, Taiwan membutuhkan dialog profesional lintas batas dan bidang untuk menghimpun kebijaksanaan. Berharap dapat memberdalam pertukaran keterampilan dengan Taiwan Bridges Program dan platform internsional lainnya dalam upaya merespons perubahan dan tantangan global.
Wapres menyampaikan, dari sudut pandang pemimpin politik saat ini mencakup kemakmuran ekonomi, kestabilan system demokrasi, memperluas isu geopolitik dan pertahanan keamanan menjadi prioritas pemerintah saat ini. Namun, dipengaruhi dengan banyaknya unsur kompleks saat ini sehingga menonjolkan pentingnya dialog dan pertukaran internasional.