(Taiwan, ROC) --- Para ahli neurologi kini memiliki bukti kuat, tidur cukup 7 jam adalah faktor kunci umur panjang, bahkan lebih penting daripada diet atau olahraga.
Dokter Neurologi Cheng Chun-yu (鄭淳予) mengungkapkan, penelitian terbaru dari Oregon Health & Science University menemukan bahwa dampak negatif kurang tidur terhadap umur hanya berada di bawah merokok.
"Ini berarti, meskipun seseorang mati-matian menjaga diet dan rajin ke gym, tetapi hanya tidur 5 atau 6 jam, risiko umur pendeknya masih lebih tinggi daripada orang yang tidur nyenyak," tulis Dokter Cheng Chun-yu.
Kesimpulan dari penelitian yang menganalisis data besar dari 3.141 county di AS ini adalah bahwa tujuh jam adalah batas kritis. Kurang tidur didefinisikan sebagai tidur kurang dari 7 jam per malam.
Penentu terbesar kedua adalah semakin tinggi persentase populasi yang kurang tidur, maka semakin pendek rata-rata harapan hidup di wilayah tersebut. Kurang tidur adalah prediktor pemendekan umur kedua terbesar, setelah merokok.
Dokter Cheng Chun-yu juga menekankan pentingnya tidur bagi lansia, karena kurang tidur meningkatkan risiko demensia, penyakit kardiovaskular, dan penurunan kekebalan.
Tiga Pantangan Tidur yang Harus Dihindari:
1. Jangan Mengorbankan Tidur Secara Kebiasaan
Tinggalkan pekerjaan dan hiburan saat tiba waktunya tidur.
2. Hentikan Ilusi Tidur Tambahan di Akhir Pekan
Tidur tambahan tidak bisa membayar utang tidur atau memulihkan kerusakan metabolisme akibat kurang tidur kronis.
3. Hindari Gangguan Tidur
Jangan makan pedas, manis, atau makanan berminyak sebelum tidur. Hindari olahraga berlebihan, membalas email, atau menonton TV/ponsel menjelang tidur.