(Taiwan, ROC) --- Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) hari ini (17/12) mengadakan konferensi pers internasional bertajuk "Taiwan Memimpin, Eliminasi Hepatitis C". Presiden Lai Ching-te (賴清德) hadir secara langsung dan mengumumkan bahwa Taiwan telah mencapai target eliminasi Hepatitis C lebih awal tahun ini.
Presiden Lai menyatakan bahwa pencapaian Taiwan dalam eliminasi Hepatitis C memimpin di antara negara-negara Asia dan termasuk yang terdepan di dunia. Hal ini diharapkan dapat kembali mencatat tonggak sejarah dalam sejarah kesehatan masyarakat internasional. Taiwan juga berencana mengajukan sertifikasi eliminasi Hepatitis C kepada Kantor Regional WHO Pasifik Barat pada akhir tahun ini dengan nama Chinese Taipei.
Kanker hati telah lama menempati peringkat kedua penyebab kematian akibat kanker di Taiwan, dan Hepatitis B serta Hepatitis C adalah penyebab utama kanker hati. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan target eliminasi hepatitis virus pada tahun 2030. MOHW pada tahun 2018 menetapkan Garis Besar Kebijakan Eliminasi Hepatitis C Nasional (2018-2025) untuk secara aktif meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian.
Pada Rabu hari ini (17/12), Administrasi Promosi Kesehatan Nasional (HPA) MOHW mengadakan konferensi pers internasional Taiwan Memimpin, Eliminasi Hepatitis C, mengumumkan bahwa Taiwan telah mencapai target lebih awal pada tahun 2025, dan telah menyelesaikan laporan eliminasi Hepatitis C Taiwan. Laporan tersebut akan diajukan ke Kantor Regional WHO Pasifik Barat (WPRO) pada akhir tahun ini dengan nama Chinese Taipei untuk mendapatkan sertifikasi eliminasi Hepatitis C.
Dalam pidatonya, Kepala Negara mengenang bahwa pada tahun 1984, Taiwan adalah negara pertama di dunia yang sepenuhnya menerapkan vaksinasi Hepatitis B. Karena hasilnya sangat signifikan, hal ini tidak hanya menjadi model bagi Program Imunisasi Global WHO, tetapi juga mendorong kemajuan yang lebih besar dalam upaya pengendalian Hepatitis B di seluruh dunia.
Tahun ini, Taiwan diharapkan dapat kembali mencatat tonggak sejarah baru dalam sejarah kesehatan masyarakat internasional, dengan menyelesaikan perang melawan Hepatitis C lima tahun lebih awal dari target WHO tahun 2030, memimpin di antara negara-negara Asia, dan termasuk yang terdepan di dunia.
Beliau mengatakan, "Pencapaian Taiwan dalam eliminasi Hepatitis C telah mendapat pengakuan tinggi dari Asian Pacific Association for the Study of the Liver. Baik dalam hal rencana aksi nasional, pendanaan, komitmen kebijakan, maupun tindakan eliminasi, Taiwan dinilai memenuhi standar tingkat tertinggi. Kami berencana mengajukan permohonan sertifikasi eliminasi Hepatitis C kepada Kantor Regional WHO Pasifik Barat pada akhir tahun ini, untuk menunjukkan kepada dunia internasional tekad Taiwan dalam menjaga kesehatan masyarakatnya, serta berbagi strategi dan pengalaman kami dengan dunia."
Presiden menunjukkan bahwa mewujudkan Taiwan Sehat adalah tujuan penting pemerintah. Setelah menjabat tahun lalu, ia mendirikan Komite Promosi Taiwan Sehat di Istana Kepresidenan untuk mengumpulkan kekuatan pemerintah dan masyarakat sipil, bersama-sama mendorong sejumlah kebijakan kesehatan penting seperti Rencana Pendalaman Taiwan Sehat, Tiga Pilar Pengobatan Kanker, Rencana 888 Pencegahan Tiga Kondisi Tinggi, pengobatan cerdas, dan Perawatan Jangka Panjang 3.0.
Beliau menekankan bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia fundamental dan nilai universal. Sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, Taiwan dalam beberapa tahun terakhir telah berbagi pasokan, teknologi, dan pengalaman pencegahan epidemi dengan berbagai negara di dunia selama tantangan pandemi global, dan terus memberikan kontribusi pada sistem kesehatan masyarakat global.
Di masa depan, masih ada banyak tantangan yang memengaruhi kesehatan seperti penyakit kronis, kanker, penyakit menular lintas negara, superbakteri, serta tantangan penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi. Beliau akan memimpin tim untuk menghadapi tantangan ini secara aktif, dan yakin dapat mengatasinya.
Direktur HPA, Shen Ching-fen (沈靜芬), menunjukkan bahwa Hepatitis B dan C kronis adalah salah satu beban penyakit penting di Taiwan. Untuk mengeliminasi Hepatitis C, pemerintah mengadopsi strategi inti pencegahan kesehatan masyarakat yang presisi, pencegahan yang terlokalisasi, dan pencegahan terintegrasi, untuk menyediakan layanan skrining dan pengobatan yang presisi, komprehensif, dan efektif.