(Taiwan, ROC) -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah memberitahu pihak Taiwan terkait paket penjualan senjata terbaru, dengan nilai total mencapai 11,154 miliar dolar AS (sekitar NT$353,2 miliar).
Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung (林佳龍) pada hari ini (18/12) menyambut baik hal tersebut dan menyampaikan terima kasih yang tulus atas dukungan jangka panjang pihak AS, terhadap keamanan kawasan serta kemampuan pertahanan diri Taiwan. Dirinya menyatakan apresiasinya karena Negeri Paman Sam menunjukkan perhatian terhadap posisi strategis Taiwan dan penguatan kemampuan militer guna mencegah konflik di Selat Taiwan, melalui langkah-langkah konkret yang sejalan dengan “Strategi Keamanan Nasional” versi terbaru.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menunjukkan, ini merupakan penjualan senjata kedua untuk Taiwan yang diumumkan pada masa jabatan kedua pemerintahan Trump. Langkah ini kembali menegaskan komitmen kuat AS terhadap keamanan Taiwan, sesuai dengan UU Hubungan Taiwan dan Enam Jaminan, sekaligus melanjutkan kebijakan penjualan senjata kepada Taiwan secara rutin.
Melalui kebijakan tersebut, AS membantu Taiwan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai serta membangun kekuatan penangkal yang tangguh.
MOFA menyebutkan, menghadapi aktivitas militer Tiongkok yang semakin sering di kawasan serta berbagai tindakan di wilayah abu-abu, Taiwan tetap berpegang pada keyakinan untuk menjaga perdamaian dan kebebasan. Taiwan akan terus memperkuat pertahanan nasionalnya dan menunjukkan tekad kuat dalam mempertahankan diri.
Selain itu, Taiwan juga akan terus memperdalam kerja sama dengan AS dan mitra keamanan lainnya guna meningkatkan kemampuan pertahanan dan ketahanan nasional, serta menyambut baik masyarakat internasional untuk terus mengambil langkah-langkah konkret demi bersama-sama mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan dan kawasan sekitarnya.
MOFA menyampaikan, penjualan senjata kali ini mencakup “Paket Aplikasi Jaringan Taktis dan Kesadaran Situasional Pasukan Taiwan”, “suku cadang helikopter AH-1W Angkatan Darat”, “M109 (howitzer)”, “pembelian lanjutan sistem serangan presisi jarak jauh HIMARS”, “pembelian lanjutan rudal TOW”, “sistem rudal antidrone berkemampuan antikendaraan lapis baja”, “pembelian lanjutan rudal antitank Javelin untuk Angkatan Laut”, serta “perawatan dan pemeriksaan komponen rudal Harpoon yang dapat diperbaiki”.