(Taiwan,ROC) Istana Kepresidenan pada hari Kamis ini (17/12) mengatakan, berterima kasih kepada pemerintah AS atas 8 penjualan senjata termasuk howitzer M109A7, dengan total penjualan sebesar US$11,154 milyar telah memasuki prosedur pemberitahuan kepada kongres, hal ini menunjukkan keakraban hubungan kemitraan Taiwan-AS, juga AS sepenuhnya menunjukkan komitmennya menjaga keamanan Taiwan yang berlandaskan pada “UU hubungan Taiwan” dan “Six Assurances”. Melalui konferensi pers, Istana Kepresidenan pada hari Kamis ini mengumumkan, pemerintah AS memulai prosedur pemberitahuan kongres pada tanggal 17 Desmber (waktu setempat) mengenai 8 penjualan senjata ke Taiwan, dengan total lebih dari US$11,154 milyar, termasuk Taiwan Tactical Network (TTN), Team Awareness Kit (TAK), suku cadang untuk helikopter AH-1W untuk Angkatan Darat, howitzer M109A7, pengadaan lanjutan Sistem Artileri Roket Mobilitas Tinggi M142 (HIMARS), pengadaan lanjutan BGM-71 TOW, peluru kendali anti-tank, dan FGM-148 Javelin untuk Angkatan Laut, serta “reparasi dan perawatan komponen rudal Harpoon.
Pagi Kamis ini (18/12) Juru Bicara Kemenlu Karen Kuo (郭雅慧) mengatakan, pemerintah selain menyampaikan rasa terima kasih yang tulus, juga yakin bahwa langkah ini sekali lagi menunjukkan komitmen berkelanjutan pemerintah AS terhadap janjinya kepada Taiwan sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan dan Six Assurances.
Karen Kuo lebih lanjut menekankan, ini adalah penjualan senjata ke-2 kepada Taiwan selama masa pemerintahan Trump, yang semakin menyoroti kemitraan erat antara Taiwan-AS.
Ia mengatakan, dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kritis, anggaran pertahanan keamanan tahun depan mencapai di atas 3% GDP, yang disesuaikan dengan standar NATO dan mengharapkan anggaran 5% dari GDP sebelum tahun 2030. Pemerintah terlebih dahuli mengusung “penguatan pertahanan yang tangguh dan anggaran khusus untuk meningkatkan kemampuan tempur asimetris”, Taiwan berlanjut mempromosikan reformasi pertahanan, meningkatkan ketahanan masyarakat yang tangguh, menunjukkan tekad pertahanan otonomi Taiwan dan dengan kekuatan menjaga perdamaian.
Jubir Karen Kuo mengatakan, stabilitas perdamaian selat Taiwan dan kawasan Indo Pasifik, keamanan kemakmuran komunitas internasional tidak boleh diabaikan, Taiwan berlanjut memperdalam kerja sama dengan negara yang berpandangan sepaham, berpegang teguh pada nilai universal kebebasan demokasi dan menjaga pengembangan stabilitas perdamaian dan kemakmuran kawasan regional.