(Taiwan, ROC) Hari emas dunia kembali mencatat rekor baru, mendekati harga fantastis senilai US$4.500 per ons. Hari emas kemarin (22/12) pertama kali melampaui NT$17.000 per qian, toko emas hari ini kembali memasang harga fantastis baru sebesar NT$17.600 per qian. Banyak warga yang sudah menjual "emas" mereka, 2 tahun lalu saat harga emas sekitar NT$8.000 per qian. Jika dibandingkan dengan harga emas sekarang, keuntungan yang diperoleh hampir dua kali lipat.
Harga emas dunia baru-baru ini menunjukkan kenaikan yang mencengangkan, terus-menerus mencetak rekor tertinggi sejarah. Hari ini (23/12) harga emas lebih lanjut melonjak ke US$4.497 per ons, kembali mencatat harga fantastis dan mendekati US$4.500.
Analisa Bank of Taiwan menyampaikan, Perdana Menteri Israel mengatakan sedang mempersiapkan proposal kepada Presiden AS Trump untuk melancarkan serangan lagi terhadap Iran. Selain itu, AS terus memperkuat blokade di perairan Venezuela, ditambah dengan Iran yang meluncurkan uji coba rudal di ibu kota Teheran dan banyak lokasi nasional lainnya, menambah ketidakpastian atas kemungkinan konflik antara Israel-Iran. Peningkatan risiko geopolitik ini menarik dana kembali memasuki pasar emas, mendorong harga emas mencapai rekor tertinggi baru-baru ini.
Kenaikan harga emas dunia juga mendorong harga yang dipasang oleh bank-bank dalam negeri terus memecahkan rekor dalam sejarah. Setelah pertama kali menembus NT$17.000 per qian pada tanggal 22 Desember, dan hari ini (23/12) kembali dipasang harga fantastis baru sebesar NT$17.600 per qian.
Nenek Chang (80 tahun) menyampaikan pada akhir tahun 2023, ia menjual seluruh emasnya yang disimpan selama 32 tahun, dengan berat lebih dari 10 tael. Saat membelinya dulu, harga per qian hanya NT$1.400, dan ketika dijual sekitar dua tahun lalu, harganya sekitar NT$8.000 dolar Taiwan per qian, memperoleh keuntungan 800.000 dolar Taiwan, tidak disangka, selang 2 tahun kemudian, harganya hampir 2 kali lipat. Taiwan.
Wakil Ketua dan Juru Bicara Taipei Jewelers’ Association, Shih Wen-hsin mengatakan, memang banyak kasus seperti Nenek Chang, mengingat waktu penyimpanannya sudah puluhan tahun, 2-3 tahun yang lalu, banyak orang lansia memilih untuk menjual demi keuntungan. Namun, ia mengatakan bahwa dolar AS sebelumnya adalah mata uang yang dipercaya di seluruh dunia, tetapi kini hegemoni dolar AS secara bertahap melemah. Emas menjadi tabungan aman selain dolar AS, dan bank sentral di seluruh dunia berebut membeli emas, yang juga mendorong kenaikan harga emas terus-menerus, diperkirakan harga emas tahun depan juga tidak akan turun secara signifikan.