(Taiwan, ROC)-- Militer Tiongkok secara mendadak mengumumkan pelaksanaan latihan militer bertajuk "Misi Keadilan 2025"". Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari ini (30/12) menyampaikan terima kasih kepada Angkatan Bersenjata Taiwan terus berjaga siang dan malam demi melindungi keamanan negara. Ia menegaskan, dalam menghadapi berbagai bentuk gangguan dan operasi kognitif, tim keamanan nasional dan angkatan bersenjata selalu bekerja sama. Pemerintah akan bertanggung jawab, tidak memperparah konflik, dan tidak memprovokasi perselisihan. Presiden Lai juga menyerukan persatuan antara militer dan rakyat untuk bersama-sama mempertahankan kedaulatan dan kebebasan negara.
Komando Wilayah Timur Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Tiongkok kemarin (29/12) mengumumkan pelaksanaan latihan militer “Misi Keadilan 2025” di sekitar Taiwan. Latihan tersebut dilaksanakan hari ini, mulai pukul 8 pagi hingga 6 sore, dan mencakup penembakan amunisi sungguhan di lima zona laut dan udara yang telah ditetapkan di sekitar Taiwan. Menyikapi situasi tersebut, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan membentuk pusat tanggap darurat dan segera mengaktifkan latihan siaga tempur.
Melalui unggahan di Facebook dan media sosial lainnya, Presiden Lai mengungkapkan bahwa menjaga perdamaian di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik merupakan harapan bersama masyarakat internasional, sekaligus komitmen Taiwan sebagai bagian dari kawasan. Namun, meningkatnya tekanan militer Tiongkok dalam beberapa waktu terakhir bukanlah perilaku yang sepatutnya ditunjukkan oleh negara besar yang bertanggung jawab.
Presiden mengatakan, ia ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel penjaga pantai dan prajurit Angkatan Bersenjata Taiwan yang terus bersiag di garis depan pertahanan laut dan udara dengan profesionalisme dan rasa tanggung jawab yang tinggi, serta menghadapi berbagai ancaman dengan tenang. Berkat penjagaan tanpa henti dari militer, masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara normal dan melangkah maju dengan tenang.