(Taiwan, ROC) --- Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) meluncurkan simulasi militer “Misi Keadilan – 2025”, pemerintah Australia dan Selandia Baru menyampaikan prihatinnya, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) hari ini (31/12) dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada Australia, Selandia Baru dan negara atau kawasan sekitar Indo Pasifik yang memiliki kesepahaman serupa yang kembali memberikan dukungan bagi keamanan dan perdamaian Selat Taiwan, serta dengan jelas menyampaikan sikap mempertahankan status quo Selat Taiwan, dan menyambut baik semua negara untuk terus memberikan perhatian pada situasi Selat Taiwan.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyampaikan, Australia dan Selandia Baru sejak April 2025 kembali secara terbuka menyampaikan sikap menentang atas tindakan yang ingin mengubah situasi status quo Selat Taiwan, bersamaan dengan itu juga mengimbau kedua belah pihak antar Selat Taiwan untuk melalui dialog dan bukan kekuatan senjata atau ancaman dalam menyelesaikan perselisihan.
Kementerian Perdagangan Luar Negeri Australia dalam suara penjelasannya mengemukakan bahwa pihak Australia menentang segala bentuk tindakan yang mungkin menimbulkan risiko kesalahan perhitungan dan konflik, serta kembali menyampaikan bahwa simulasi militer bersangkutan tidak proporsional dan merusak kestabilan perdamaian, dan telah menyampaikan keprihatinannya ini langsung kepada Tiongkok. Kementerian Perdagangan Luar Negeri Selandia Baru dalam media sosial X nya menyampaikan keprihatinannya dan mengimbau Tiongkok untuk mengekang dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan pecahnya kestabilan perdamaian.
MOFA kembali menegaskan, menjaga status quo dan kestabilan perdamaian Selat Taiwan adalah konsensus internasional, sebagai anggota dari masyarakat internasional yang bertanggung jawab, Taiwan akan terus bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman serupa untuk bersama menjaga perdamaian, kestabilan dan kemakmuran masyarakat global dan kawasan Indo Pasifik.