(Taiwan, ROC) Presiden Lai Ching-te menyampaikan pidato tahun baru pagi Kamis ini (1/1), Beliau menguraikan 4 tujuan utama tahun baru, termasuk “membangun Taiwan yang lebih aman dan tangguh”. Presiden Lai menyampaikan, dalam menghadapi ambisi militer Tiongkok semakin serius, Taiwan tidak punya waktu untuk menunggu, dan tidak memboros waktu, berharap adanya kerja sama antara partai yang berkuasa dan oposisi untuk mempercepat pengesahan anggaran pertahanan. Presiden Lai menekankan, tanpa pertahanan nasional yang kuat, tidak ada negara, dan tidak ada ruang untuk berdebat. Taiwan harus mempertegas diri untuk bergerak maju dan tidak kendur.
Presiden Lai Ching-te menyampaikan pidato Tahun Baru 2026 pagi Kamis ini (1/1) di aula Istana Kepresidenan yang bertemakan “Pulau yang Tangguh, Cercah Harapan”
Pertama-tama Presiden Lai mengatakan, kilas balik masa lalu, dunia telah bergejolak, konflik internasional telah meningkat, dan ambisi ekspansi Tiongkok terus meningkat. Taiwan juga telah mengalami beberapa bencana alam dan peristiwa sosial yang memilukan. Namun, menghadapi tantangan-tantangan ini, selain masyarakat Taiwan tetap bertahan hidup, juga mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 15 tahun terakhir, dengan indeks saham Taiwan berulang kali mencetak rekor baru dan situasi lapangan kerja berada pada level terbaik dalam 25 tahun. Beliau menyampaikan rasa terima kasihnya atas kekompakan masyarakat Taiwan dalam mencetak prestasi-prestasi luar biasa ini.
Menyambut tahun baru, Presiden mengumumkan 4 tujuan utama, yang pertama adalah "membangun Taiwan yang lebih aman dan tangguh." Beliau menyatakan bahwa, menghadapi ambisi ekspansi Tiongkok yang meningkat, beliau kembali menyerukan kerja sama antara partai yang berkuasa dan partai oposisi pada hari pertama tahun baru untuk mempercepat pengesahan anggaran pertahanan khusus sebesar NT$1,25 triliun selama 8 tahun, dan secara komprehensif meningkatkan kemampuan tempur. Taiwan harus bersikap tegas untuk bergerak maju dengan tegas dan tidak boleh kendur. Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Menghadapi ambisi militer Tiongkok yang serius, Taiwan tidak punya waktu untuk menunggu, dan tidak memboros waktu. Kita mungkin memiliki pendapat yang berbeda tentang banyak isu, tetapi tanpa pertahanan nasional yang kuat, tidak ada negara, dan tidak akan ada ruang bagi kita untuk berdebat satu sama lain. Ini seharusnya menjadi konsensus lintas partai, dan berharap partai yang berkuasa dan oposisi akan bekerja sama untuk memastikan kelancaran pengesahan anggaran pertahanan yang sangat penting”.
Presiden Lai juga menyebutkan, tujuan kedua adalah “Menuju Taiwan yang Cerdas dan Sejahtera”. Beliau menunjuk, pemerintah tengah mempromosikan Taiwan sebagai “Pusat Manajemen Aset Asia” dan meluncurkan “10 Inisiatif Infrastruktur AI Baru” dan lainnya. Beliau berharap dapat menciptakan rangkaian gunung pelindung untuk memastikan keunggulan kompetitif Taiwan di generasi mendatang.
Tujuan ketiga adalah “Membangun Taiwan yang Lebih Seimbang”, Presiden Lai mengatakan, pemerintah sedang mempromosikan kebijakan kesejahteraan sosial seperti Perawatan Jangka Panjang versi 3.0, pendidikan gratis untuk siswa sekolah menengah atas dan sekolah kejuruan, subsidi sewa, dan perumahan sosial, serta mengupayakan keseimbangan perkotaan-pedesaan. Namun, terkait kontroversi yang muncul dari “Undang-Undang Alokasi Pendapatan dan Pengeluaran Fiskal”, Ia partai berkuasa dan oposisi akan melakukan peninjauan dan diskusi komprehensif untuk memastikan semua aspek dipertimbangkan, membantu pemerintah daerah dalam menjaga disiplin fiskal, sehingga kebijakan pemerintah pusat dapat bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Presiden mengatakan, tujuan keempat adalah “Membangun Taiwan yang Demokratis dan Bersatu”. Ia mengatakan, dalam setahun terakhir, banyak rancangan undang-undang yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat tertunda karena hambatan politik, bahkan banyak rancangan undang-undang yang berpotensi tidak konstitusional telah disahkan secara paksa. Selaku presiden, ia aktif mendesak kolaborasi antara partai berkuasa dan oposisi.
Akhir kata, Presiden Lai Ching-te mengucapkan terima kasih kepada angkatan bersenjata, penjaga pantai, polisi, petugas pemadam kebakaran, tenaga medis, dan semua sukarelawan serta pahlawan super di Taiwan atas dedikasi mereka dalam melindungi keamanan negara selama periode ini. Dedikasi ini telah membuat kehidupan masyarakat lebih aman dan menunjukkan bahwa masyarakat Taiwan adalah sebuah komunitas dengan masa depan bersama, saling mendukung. Beliau yakin, apa pun tantangan yang timbul, masyarakat Taiwan saling bergandengan tangan maju melangkah dan menorehkan mukjizat Taiwan.