(Taiwan, ROC) --- Universitas Teknologi Ming Chi (MCUT), melalui program USR, mengambil inisiatif penting dalam memperkenalkan dan mempromosikan budaya Asia Tenggara kepada generasi muda di Taiwan. Melalui mata pelajaran ekstrakurikuler, program ini menyasar sekolah-sekolah menengah atas di kawasan New Taipei, termasuk SMA Taishan, sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan.
Dalam satu semester, program ini dirancang untuk menyelenggarakan sekitar lima hingga enam pertemuan yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai aspek budaya Asia Tenggara. Pada awal tahun 2026, dua pembicara terkemuka dari Indonesia, Guru Budaya Hanny Tsao (曹寒妮) dan Penggiat Budaya Gillian Lou (羅練新), memberikan presentasi mengenai warisan budaya Indonesia, dengan fokus pada dua elemen penting, seni pertunjukan Wayang Kulit dan permainan tradisional Congklak.
Hanny Tsao, yang berperan sebagai Guru Budaya, menjelaskan tentang keunikan dan makna di balik Wayang Kulit, sebuah bentuk seni teater bayangan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengandung nilai-nilai moral dan filosofi yang mendalam. Selain itu, permainan Congklak, yang merupakan permainan tradisional yang melibatkan strategi dan kerjasama, diperkenalkan sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai sosial dan interaksi antar individu.

Hanny Tsao (kiri) dan Gillian Lou (kanan)
Salah satu siswa yang berpartisipasi, bermarga Lin, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kelas ini telah memperluas pandangannya tentang budaya Asia Tenggara. Ia menyatakan, "Kelas ini membuat saya semakin terbuka terhadap budaya Asia Tenggara yang telah mengakar cukup kental di Taiwan. Keberagaman yang ada di sini memperkaya kehidupan sosial kita dan membantu saya memahami lebih dalam tentang budaya-budaya tersebut."
Hsieh Pei-fang (謝佩芳), perwakilan dari MCUT, menjelaskan bahwa universitas sangat aktif dalam mempromosikan budaya Asia Tenggara ke sekolah-sekolah di Distrik Taishan.
Ia menekankan, "Kami berharap program ini dapat memberikan pengalaman baru kepada generasi muda Taiwan, sekaligus menciptakan kesadaran akan keberagaman budaya yang ada di sekitar kita."

Universitas Teknologi Ming Chi (MCUT), melalui program USR, mengambil inisiatif penting dalam memperkenalkan dan mempromosikan budaya Asia Tenggara kepada generasi muda di Taiwan.
Selain itu, Universitas Ming Chi juga menjalin kerja sama dengan imigran baru dari Indonesia, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja untuk memperkenalkan budaya mereka kepada generasi muda Taiwan.
Kerja sama ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada imigran baru untuk mempromosikan semangat kampung halaman mereka, tetapi juga memungkinkan siswa Taiwan untuk belajar langsung dari pengalaman dan perspektif orang-orang yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini diharapkan dapat membangun rasa saling menghargai dan pemahaman yang lebih baik di antara komunitas yang beragam.

Permainan Congklak, yang merupakan permainan tradisional yang melibatkan strategi dan kerjasama, diperkenalkan sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai sosial dan interaksi antar individu.
Dengan inisiatif ini, MCUT berupaya membangun jembatan antara budaya lokal dan budaya Asia Tenggara, menciptakan ruang bagi dialog yang konstruktif dan pemahaman yang lebih mendalam di antara generasi muda Taiwan. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi upaya serupa di masa mendatang, memperkuat integrasi sosial dan budaya di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Melalui pengenalan budaya yang komprehensif dan interaktif, diharapkan generasi muda Taiwan dapat mengembangkan rasa cinta dan penghargaan terhadap keberagaman budaya yang ada di sekitarnya.