Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Tingkat Perceraian Taiwan Tertinggi Kedua di Asia, Biro Urusan Hukum Ajukan Percobaan “Masa Tenang”

04/01/2026 15:05
Penulis & Editor: Yunus Hendry
Tingkat Perceraian Taiwan Tertinggi Kedua di Asia, Biro Urusan Hukum Ajukan Percobaan “Masa Tenang” (Freepik)
Tingkat Perceraian Taiwan Tertinggi Kedua di Asia, Biro Urusan Hukum Ajukan Percobaan “Masa Tenang” (Freepik)

(Taiwan, ROC) --- Sebuah data statistik yang mengkhawatirkan menempatkan Taiwan pada peringkat kedua tertinggi di Asia untuk urusan perceraian, hanya satu tingkat di bawah Tiongkok. Dengan tingkat perceraian mencapai 2,28‰, dan sepertiga dari seluruh perceraian terjadi pada lima tahun pertama pernikahan, Biro Urusan Hukum kini melirik sebuah resep mujarab dari Korea Selatan, yakni sistem pertimbangan perceraian wajib.

Korea Selatan, yang pernah dijuluki Republik Perceraian karena tingkat perceraiannya yang meroket, berhasil menekan angkanya secara signifikan setelah menerapkan masa tenang atau sistem pertimbangan perceraian pada tahun 2008. Sistem ini pada dasarnya adalah sebuah rem darurat yang dirancang untuk mencegah perceraian impulsif.

Bagaimana cara kerjanya? Pasangan yang sepakat bercerai harus mengajukan permohonan ke pengadilan, kemudian wajib memasuki masa pertimbangan selama 1 hingga 3 bulan (tergantung apakah mereka memiliki anak). Selama periode ini, mereka bisa disarankan untuk mengikuti konseling profesional.

Tujuannya sederhana, memberikan waktu bagi kedua belah pihak untuk benar-benar berpikir jernih dan memastikan kembali keputusan mereka. Jika setelah masa tenang berakhir mereka tetap ingin berpisah, barulah proses perceraian bisa dilanjutkan.

Hal ini sangat kontras dengan prosedur di Taiwan yang sangat sederhana, di mana kesepakatan bersama yang ditandatangani dua saksi sudah cukup untuk mengakhiri pernikahan di kantor catatan sipil.

Biro Urusan Hukum berpendapat bahwa meskipun sistem ini tidak bisa memaksa orang untuk tidak ingin bercerai, ia terbukti efektif membuat orang sulit untuk bercerai secara gegabah.

Dengan tingginya angka perceraian pernikahan kilat di Taiwan, mengadopsi sistem serupa dianggap layak dipertimbangkan untuk memberikan kesempatan kedua bagi ikatan pernikahan yang mungkin masih bisa diselamatkan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解