(Taiwan, ROC) -- Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) Taiwan pada hari ini (5/1) menyatakan bahwa massa udara dingin kuat dari daratan Tiongkok bergerak ke selatan, menyebabkan suhu udara berangsur tutun. Wilayah timur laut dan timur Taiwan serta Taoyuan hingga daerah di utara diperkirakan mengalami hujan sporadis lokal. Hsinchu, Miaoli, kawasan tenggara Taiwan, dan Semenanjung Hengchun berpeluang mengalami hujan sporadis ringan, sementara wilayah lainnya berawan hingga cerah.
Sementara itu Doktor Ilmu Atmosfer dari Universitas Nasional Taiwan Lin De-en (林得恩) menjelaskanjika mulai paruh kedua hari ini, gelombang baru massa udara dingin kuat lainnya akan menyusul bergerak ke selatan, membuat suhu udara kembali turun secara signifikan. Gelombang udara dingin kuat ini memiliki empat karateristik utama.
Lin De-en (林得恩) melalui unggahan di laman Facebook menjelaskan, karateristik pertama adalah kondisi awal yang lembap dan dingin, kemudian berubah menjadi dingin dan kering. Wilayah Taoyuan ke utara, timur laut, dan timur Taiwan pada siang hari ini berpeluang mengalami hujan sporadis lokal, serta wilayah tenggara serta Semenanjung Hengchun juga berpeluang mengalami hujan ringan sesaat. Sementara itu, wilayah lainnya terpantau berawan hingga cerah.
Mulai besok (6/1), kandungan uap air di atmosfer akan berangsur berkurang. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai penurunan suhu udara yang cukup signifikan akibat pendinginan radiasi.
Profesor Lin menyatakan, karateristik kedua adalah kekuatan udara dingin ini setidaknya berada pada level massa udara dingin kuat dari daratan Tiongkok. Dengan adanya efek pendinginan radiasi, bahkan ada peluang meningkat hingga gelombang dingin pertama tahun 2026.
Hasil simulasi model numerik terbaru dari AIGFS Amerika Serikat pada pagi hari ini menunjukkan jika peluang tersebut dapat tercapai pada Rabu (7/1), Jumat (9/1), dan Sabtu (10/1) dini hari.
Lin De-en (林得恩) kemudian menambahkan, karateristik ketiga adalah durasi udara dingin yang relatif panjang. Dalam dua pekan ke depan, suhu udara diperkirakan akan jauh lebih rendah dari rata-rata klimatologis, dengan tren dingin yang setidaknya akan berlanjut hingga pertengahan Januari.
Periode terdingin dari gelombang ini diperkirakan terjadi mulai besok malam hingga Sabtu dini hari. Selain itu, pada Senin (12/1) hingga Rabut (14/1) pekan depan, masih ada kemungkinan gelombang udara dingin baru yang menyusul.
Karateristik keempat, Lin De-en (林得恩) menyebutkan peningkatan akan peluang turunnya salju di kawasan pegunungan. Mulai sore ini hingga besok, pegunungan di wilayah utara dan Yilan pada ketinggian sekitar 2.000-2.500 meter, serta pegunungan di wilayah tengah dan Hualien pada ketinggian sekitar 3.000-3.500 meter, masih berpeluang mengalami salju ringan, presipitasi padat, atau pembekuan permukaan jalan.