(Taiwan, ROC) – Taiwan saat ini dilaporkan kekurangan sopir bus besar, sehingga Biro Jalan Raya Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) Taiwan pun mendorong revisi peraturan untuk membuka peluang bagi pelajar asing dan tionghoa perantau untuk bekerja di sektor angkutan penumpang. Baru-baru ini, mereka telah menyusun langkah-langkah pendukung dan menyerahkannya ke Kementerian Tenaga Kerja (MOL).
Persyaratan bagi sopir bus besar asing meliputi peningkatan kemampuan bahasa Mandarin dari tingkat dasar ke tingkat lanjut, memiliki sertifikasi terkait, dan menyelesaikan kursus pelatihan, dengan gaji minimum mulai dari NT$50.000/bulan.
Taiwan saat ini dikabarkan mengalami kekurangan sopir bus kota, bus besar, dan angkutan penumpang, diperkirakan setidaknya ada 2.000 posisi kosong di seluruh negeri. Perusahaan angkutan yang memiliki kondisi keuangan dan operasional lebih baik bahkan menawarkan gaji ditambah bonus hampir NT$100.000/bulan, tetapi tetap sulit untuk menutupi lubang kekurangan tenaga kerja.
Biro Jalan Raya telah lama mendorong agar pelajar asing dan tionghoa perantau yang diperbolehkan tinggal di Taiwan untuk bekerja sebagai sopir bus penumpang dan truk. MOL akhirnya mengumumkan rancangan revisi peraturan tahun lalu, tetapi karena adanya kekhawatiran publik yang menyebut jika kemampuan bahasa pelajar asing dan tionghoa perantau mungkin belum memadai untuk menjadi sopir angkutan penumpang sehingga berisiko menimbulkan masalah komunikasi, pelaksanaannya pun sempat ditunda. MOL kemudian meminta MOTC untuk menyusun langkah-langkah pendukung yang lebih matang.
Kepala Biro Jalan Raya, Lin Fu-shan (林福山) mengemukakan bahwa saat ini pihaknya telah menyusun langkah-langkah pendukung, dan usulan revisi peraturan telah diserahkan kepada MOL untuk dipertimbangkan. Mereka akan merujuk pada saran dari Kementerian Pendidikan (MOE) dan Ditjen Imigrasi, termasuk meningkatkan level tes kemampuan bahasa Mandarin dari “dasar” menjadi “lanjutan”. Pada pertengahan November tahun lalu, usulan revisi dan dokumen kebijakan telah diserahkan ke MOL untuk membahas revisi peraturan lebih lanjut.
Berdasarkan perencanaan Biro Jalan Raya, perusahaan transportasi yang mempekerjakan lulusan pelajar asing dan tionghoa perantau harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa, serta memiliki kualifikasi mengemudi, sertifikasi profesional, atau menyelesaikan kursus pelatihan yang sesuai. Gaji bulanan untuk pekerjaan angkutan penumpang tidak boleh kurang dari NT$50.000, sedangkan untuk angkutan barang tidak boleh kurang dari NT$43.000.