(Taiwan, ROC) – Dalam sebuah wawancara dengan media, Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan (MOFA), Wu Chi-chung (吳志中) menyampaikan, Israel melihat manfaat keamanan, kesehatan, dan manfaat lain dari kerja sama dengan Taiwan, sementara Taiwan juga berharap memiliki lebih banyak teman. “Kepentingan Taiwan dan Israel selarans, sehingga ada banyak bidang untuk saling belajar dan bekerja sama, kemungkinan di seluruh aspek.”
Wu Chih-chung menerima wawancara eksklusif dengan Liberty Times (LTN) yang disiarkan hari ini (9/1). Reuters melaporkan pada Desember tahun lalu, Wu telah melakukan kunjungan tertutup ke Israel, yang tidak ia konfirmasi secara langsung dalam wawancara tersebut.
Wu Chih-chung menyatakan, jumlah delegasi Israel yang berkunjung ke Taiwan baru-baru ini telah meningkat signifikan jika dibandingkan dengan di masa lalu. Israel sangat menghargai posisi terdepan Taiwan di industri semikonduktor dan AI (kecerdasan buatan), dan kerja sama di masa depan tidak dapat dihindari. Banyak rudal Iran yang sebelumnya menyerang Israel dibuat di Tiongkok, sementara rudal Patriot buatan AS yang dipintas Israel mengandung banyak chip dan komponen buatan Taiwan, sehingga menyelamatkan banyak warga Israel.
Wu CHih-chung menyampaikan, semua industri pertahanan canggih dan barang konsumsi di seluruh dunia harus bekerja sama dengan Taiwan, karena Taiwan memproduksi 60% hingga 70% semikonduktor dunia, menyumbang 95% dari proses paling canggih, dan 100% produk terkait AI dibuat di Taiwan. Selain itu, instrumen medis juga menggunakan semikonduktor yang diproduksi di Taiwan, yang juga menghadirkan potensi kerja sama.
Wu percaya bahwa Israel melihat keamanan, kesehatan, dan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari kerja sama dengan Taiwan, dan Taiwan juga berharap memiliki lebih banyak teman, dan kepentingan kedua belah pihak pun selaras. Bekerja sama dengan Taiwan, Tiongkok tentu tidak akan senang, sehingga kerja sama Taiwan perlu “ditambahkan sedikit keberanian.” Keberanian bangsa Yahudi tidak perlu penjelasan lebih lanjut, ada banyak kemungkinan kerja sama antara Taiwan dan Israel di masa depan.
Israel mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat yang merdeka di akhir tahun lalu, dan Taiwan telah mempertahankan kantor perwakilan di Somaliland sejak tahun 2020. Wu Chih-chung menyatakan bahwa dirinya mengunjungi Somaliland pada Desember 2024 sebagai utusan khusus Presiden untuk bertukar pandangan dengan perwakilan dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain. Taiwan memiliki banyak kepentingan bersama dengan AS, Inggris, Uni Eropa, dan Israel di kawasan ini, dan akan terus memperdalam kerja sama dengan Somaliland dan memperluas kepentingan bersama.