Sebuah drama cuaca baru mulai terungkap di awal tahun 2026. Para pakar klimatologi kini tengah mengarahkan pandangan mereka ke perairan timur Filipina, di mana sebuah gangguan tropis pertama tahun ini sedang dalam proses pembuahan.
Pakar klimatologi Taiwan, Lin De-en (林得恩), mengonfirmasi bahwa sinyal pembentukannya sangat kuat dan diperkirakan akan terjadi sekitar tanggal 15 Januari 2026. Pertanyaan besarnya kini adalah, akankah bibit badai ini tumbuh menjadi Taifun No. 1 dan bagaimana nasibnya kelak?
Berdasarkan simulasi model cuaca dari Amerika Serikat (NCEP) dan Eropa (EC-AIFS), keduanya kompak menunjukkan adanya potensi pembentukan sistem gangguan tropis di wilayah tersebut. Meskipun kemunculan taifun di bulan Januari bukanlah hal yang mustahil secara iklim, sejarah mencatat bahwa fenomena ini sangat jarang terjadi dan belum pernah ada satu pun yang tercatat menyerang Taiwan.
Pakar klimatologi Taiwan lainnya, Wu Der-rong (吳德榮), memberikan gambaran yang lebih tajam. Menurut analisisnya terhadap model Eropa, peluang gangguan ini untuk berevolusi menjadi taifun penuh mencapai sekitar 60%. Namun, yang lebih menarik sekaligus melegakan adalah simulasi jalur pergerakannya.

Para pakar klimatologi kini tengah mengarahkan pandangan mereka ke perairan timur Filipina, di mana sebuah gangguan tropis pertama tahun ini sedang dalam proses pembuahan. Foto: FB Lin De-en
Alih-alih bergerak lurus, badai ini diprediksi akan melakukan manuver berputar balik dan kemudian berputar-putar di lautan lepas, seolah kebingungan mencari arah. Pola pergerakan yang aneh ini sejalan dengan data historis, yang mengindikasikan bahwa Taiwan kemungkinan besar akan aman dari serangan langsung.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik napas lega sepenuhnya. Walaupun serangan langsung hampir mustahil, tetapi dampak tidak langsung yang ringan masih menjadi sebuah kemungkinan yang harus terus dipantau.
"Simulasi masih terus disesuaikan dan harus terus diamati, terlalu dini untuk menyimpulkan," ujar Wu Der-rong.
Semua mata kini tertuju pada lautan timur Filipina, menanti apakah sang Taifun No. 1 akan benar-benar lahir dan ke mana takdir akan membawanya.