(Taiwan, ROC) – Sebuah dugaan insiden diskriminasi terhadap pekerja migran oleh pramuniaga dikabarkan terjadi di Taipei 101.
Seorang warganet melalui jejaring Threads mengunggah tulisan dan menyebutkan jika temannya, yakni pekerja migran asal Vietnam pada Minggu (11/1) pergi mengunjungi gerai merek sepatu olahraga asal jepang “Onitsuka Tiger” di Taipei 101 untuk melihat sepatu.
Dirinya dengan sopan menanyakan model sepatu, tetapi seorang pramuniaga perempuan justru menjawab dengan nada sangat tidak sopan, “Itu mahal”, kemudian terus mengabaikannya.
Kemudian, saat temannya kembali bertanya apakah tersedia ukuran 37, pramuniaga tersebut hanya menjawab singkat dengan nada dingin, “kami tidak punya ukuran 37”, lalu pergi begitu saja.
Warganet yang berkewarganegaraan Taiwan tersebut mengaku tak habis pikir, seraya berkata “Tahun 2026 masih ada kejadian diskriminasi seperti ini, benar-benar memalukan. Bukankah Taipei 101 setiap harinya dipenuhi wisatawan asing?” lewat jejaring Threads. Unggahan tersebut sontak menarik perhatian hingga 730 ribu orang.
Chairman Taipei 101, Janet Chia (賈永婕) yang dikenal sering memantau Threads, segera memberikan komentar “Terima kasih atas informasinya, saya akan menindaklanjuti. Terlepas ada transaksi atau tidak, setiap orang adalah pelanggan, dan sikap pelayanan sangatlah penting!”. Dirinya juga berjanji akan melakukan penyelidikan guna mengklarifikasi fakta.