(Taiwan, ROC) – Baru-baru ini, gerai sepatu “Onitsuka Tiger” terlibat insiden diskriminasi. Seorang pekerja migran asal Vietnam pada Minggu (11/1) datang ke Taipei untuk memilih sepatu, tetapi saat menanyakan harga, pramuniaga perempuan menanggapinya dengan dingin, yakni “Itu mahal”. Selanjutnya saat menanyakan ukuran sepatu, dirinya kembali ditolak secara terburu-buru, sehingga interaksi keduanya memicu kontroversi.
Setelah insiden ini menjadi sorotan publik, pihak Onitsuka Tiger segera mengeluarkan pernyataan, menekankan komitmen pada prinsip layanan yang setara bagi seluruh pelanggan dan meminta maaf kepada masyarakat. Pegawai yang terlibat kini statusnya telah diskors atau diberhentikan sementara sambil menunggu hasil penyelidikan, dan pihaknya berjanji akan menindak tegas sesuai aturan jika terbukti bersalah, termasuk kemungkinan pemecatan, tanpa memberikan toleransi.
Insiden ini memicu berbagai tanggapan dari publik. Chairman Taipei 101, Janet Chia (賈永婕) secara pribadi meninggalkan komentar di unggahan terkait, mengatakan, “Terlepas ada transaksi atau tidak, setiap orang adalah pelanggan, dan sikap pelayanan sangatlah penting!” Ia juga berjanji akan segera menindaklanjuti untuk memahami situasinya.
Sementara itu, Onitsuka Tiger dalam pernyataannya kembali menegaskan jika pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen internal, memperkuat pelatihan karyawan dan standar pelayanan, guna mencegah insiden serupa terjadi lagi, sekaligus memastikan hak konsumen dan reputasi merek terjaga.