(Taiwan, ROC) - Menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (王毅) selama kunjungannya ke Afrika pada tanggal 8 hingga 11 Januari yang meremehkan kedaulatan Taiwan, dan sikap pemerintah Somalia menenangkan Tiongkok dengan menyatakan bahwa "masalah Taiwan sepenuhnya merupakan urusan internal Tiongkok," Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengeluarkan protes dan kecaman keras pada hari Senin (12 Januari), menyatakan penyesalan mendalam atas sikap absurd negara-negara tersebut dalam menenangkan Tiongkok, dan menyerukan serta menyambut negara-negara yang sepaham dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi untuk bekerja sama dalam mengekang ekspansi otoriter dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan berkelanjutan Afrika dan masyarakat internasional.
MOFA menekankan bahwa Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Segala upaya untuk memasukkan Taiwan ke wilayah negara lain melalui narasi palsu adalah kesalahan dan tidak dapat diterima. Penggunaan ancaman, bujukan, dan retorika yang terus-menerus oleh Tiongkok untuk menyebarkan informasi palsu di forum internasional telah secara serius menantang tatanan dan perdamaian internasional, dan dengan jelas mengungkapkan sifat buruknya dalam mencampuri urusan negara lain melalui cara-cara otoriter.
MOFA menegaskan kembali bahwa kedaulatan Republik Tiongkok (Taiwan) adalah milik seluruh rakyat Taiwan, dan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan Taiwan. Juru Bicara MOFA Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, "Pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk membela kedaulatan Taiwan dan dengan tegas menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, sambil terus memperkuat kerja sama dengan semua mitra demokrasi untuk bersama-sama mengekang perluasan otoriter."
MOFA juga menekankan, Republik Tiongkok (Taiwan) telah lama berkomitmen untuk membantu negara-negara Afrika yang sepaham dalam kerja sama pembangunan di bidang-bidang seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Hasilnya sudah jelas bagi semua, dan kelak Taiwan bersedia untuk terus memperdalam kerja sama persahabatan dengan semua negara Afrika sepaham yang menghormati kesetaraan kedaulatan dan menjunjung tinggi prinsip kerja sama yang saling menguntungkan, bersama-sama mempromosikan kesejahteraan rakyat dan masyarakat.