Berkaitan dengan situasi regional setelah kunjungan Presiden Korsel Lee Jaw-myung ke Tiongkok, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung beranggapan, meskipun Lee Jae-myung “lebih berpihak Tiongkok”, akan tetapi kemauan pribadinya tidak dapat mengubah tata geopolitik, lagipula hubungan diplomasi tidak dapat berubah karena “tindakan perorangan”. Lebih lanjut, terkait dengan isu lintas selat, baik Tiongkok maupun KOrsel tidak mengeluarkan pernyataan bersama, meskipun Lee Jae-myung mengatakan, pihaknya menghormati “Prinsip Satu Tiongkok”, namun tidak menyebut tentang Taiwan.
Kunjungan Presiden Korsel Lee Jae-myung ke Tiongkok, selain melibatkan pembinaan hubungan dengan Tiongkok, juga memengaruhi isu-isu regional seperti aliansi kemitraan AS-Jepang-Korea dan situasi selat Taiwan. Pertama, isu yang paling dikuatirkan adalah apakah Korsel akan menjadi “bocoran” di gugusan rantai pertama? Menlu Lin Chia-lung saat diwawancarai Era News yang ditayangkan 11 Januari lalu, Beliau mengatakan, jika dibandingkan, Lee Jae-myung “lebih berpihak pada Tiongkok”, akan tetapi kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Korea pada Oktober tahun lalu, Trump juga memanfaatkan posisinya dalam pembinaan hubungan AS- Korea dan "memaksa" Korea Selatan untuk secara terbuka menyatakan perhatiannya terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Menlu Lin Chia-lung menganalisa, kunjungan Lee Jae-myung ke Tiongkok tidak mengeluarkan pernyataan bersama, isu yang dibahas kedua belah pihak sebagian besar berkaitan dengan hubungan ekonomi perdagangan, maka dapat diketahui Lee Jae-myung hanya ini mendapat keuntungan dari Tiongkok. Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “meskipun sebelum kunjungan, dia sudah diwawancarai media Tiongkok, yang disebut dengan menghormati “Kebijakan Satu Tiongkok”, namun tidak menyebut Taiwan, kemudian juga tidak membuat pernyataan bersama dengan Tiongkok, saat mengeluarkan naskah pers juga tidak menyebut “Satu Tiongkok” atau “anti berdaulat”, maka ini menunjukkan sebenarnya Lee Jae-myung bermaksud mendapatkan keuntungan dari Tiongkok.”
Menlu Lin Chia-lung lebih lanjut mengemukakan, AS mengizinkan Korsel memroduksi kapal selam nuklir, meminta industri pembuatan kapal harus bekerja sama dengan AS, dalam pandangan luas ini menunjukkan, “tindakan pribadi Lee Jae-myung lebih condong pada konsumsi domestik”, tindakan perorangan seperti ini sama sekali tidak dapat mengubah hal fundamental dalam hubungan diplomatik. Menlu Lin Chia-lung mengatakan, “Saya merasa, dalam Gambaran besar ini, meskipun kali ini, ada orang yang merasa kuatir, namun setelahnya, kita bisa melihat bahwa tindakan perorangan Lee Jae-myung tidak memengaruhi geopolitik.”
Berkaitan dengan “lebih berpihak Tiongkok” dan “tindakan perorangan” Lee Jaw-myung, apakah akan memengaruhi hubungan Taiwan-Korea? Menlu Lin Chia-lung mengatakan, pembinaan hubungan seharusnya adalah “setara”, seperti isu nama Taiwan pada kartu kedatangan elektronik tidak diterima oleh pemerintah Korea, berhubung kartu manual masih dipergunakan, maka Taiwan akan terus memantau, dan Menlu Lin Chia-lung menekankan secara khusus, pihaknya telah siap sepenuhnya untuk tindakan darurat.