The New York Times melaporkan jika perjanjian perdagangan antara Taiwan dan Amerika Serikat (AS) hampir rampung. Dalam kesepakatan tersebut, tarif terhadap Taiwan akan diturunkan menjadi 15%, dan TSMC diwajibkan membangun sedikitnya lima pabrik tambahan di AS.
Menanggapi laporan tersebut, Juru Bicara Yuan Eksekutif, Michelle Lee (李慧芝) pada hari ini (13/1) menyatakan, kedua pihak telah mencapai “konsensus secara garis besar” terkait sejumlah isu penting, dan saat ini tengah membahas jadwal penyelenggaraan pertemuan penutup. Setelah jadwal dikonfirmasi, informasi lebih lanjut akan diumumkan kepada publik.
Kebijakan tarif resiprokal AS yang resmi diberlakukan pada Agustus 2025 kini telah berjalan hampir setengah tahun. Hingga saat ini, Taiwan masih dikenai tarif sementara sebesar 20% yang dikenakan secara bertumpuk.
Pemberitaan terbaru The New York Times, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung proses tersebut, menunjukkan jika perundingan perdagangan telah mendekati tahap akhir. Tarif terhadap Taiwan disebut akan diturunkan menjadi 15%, dan TSMC juga akan menambah
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Yuan Eksekutif, Michelle Lee (李慧芝) menyatakan bahwa tujuan perundingan tarif antara Taiwan-AS sejak awal adalah mengupayakan penurunan tarif resiprokal, menghindari pengenaan tarif berganda, serta memperjuangkan perlakuan preferensial berdasarkan Pasal 232 AS.
Saat ini, kedua pihak telah mencapai “konsensus secara garis besar” terkait sejumlah isu penting dan tengah membahas jadwal penyelenggaraan pertemuan penutup. Setelah jadwal tersebut dikonfirmasi, informasi selanjutnya akan diumumkan kepada publik.
Juru Bicara Yuan Eksekutif, Michelle Lee (李慧芝) mengatakan, “Kedua belah pihak saat ini tengah membahas jadwal penyelenggaraan pertemuan penutup. Setelah dikonfirmasi, penjelasan akan disampaikan kepada publik. Selain itu, setelah putaran kelima pertemuan tatap muka antara Taiwan dan AS, pihak kami melanjutkan pembahasan melalui konferensi video serta pertukaran dokumen tertulis, dengan menggunakan model Taiwan untuk berdiskusi dengan Departemen Perdagangan AS mengenai kerja sama rantai pasok. Kami juga meminta Negeri Paman Sam untuk memberikan dukungan, termasuk dalam hal penyediaan lahan, air dan listrik, visa, serta kemudahan administratif lainnya, guna menciptakan lingkungan investasi yang menguntungkan bagi pelaku usaha Taiwan.
Lee menegaskan, pihak Taiwan akan terus melakukan pertukaran dokumen dengan Kantor Perwakilan Dagang AS terkait isi perjanjian perdagangan Taiwan-AS di kemudian hari, guna memastikan jika sejauh ini telah tercapai tingkat konsensus tertentu.
Dirinya juga menyampaikan, setelah pertemuan penutup antara Taiwan-AS dilaksanakan, kedua belah pihak akan mengumumkan pokok-pokok utama perjanjian tersebut kepada publik. Taiwan juga akan memberikan penjelasan lengkap kepada parlemen dan masyarakat mengenai proses perundingan serta isi perjanjian, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku menyerahkan naskah lengkap perjanjian beserta penilaian dampaknya kepada parlemen untuk ditinjau.